Dolar Australia Capai Tertinggi Sepekan Versus Greenback

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia terus menanjak versus Dolar AS dengan dukungan peningkatan minat risiko pasca meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Memasuki sesi Eropa hari Kamis ini (13/12), pasangan mata uang AUD/USD terpantau sudah naik 0.23 persen ke level 0.7237 dalam perdagangan intraday.

Dolar Australia Capai Tertinggi Sepekan Versus Greenback

Ray Attrill, pimpinan strategi forex di National Australia Bank (NAB), mengungkapkan, “Ada peningkatan tajam dalam sentimen (pelaku pasar) terhadap (kemungkinan) AS dan China menyelesaikan sebagian besar perselisihan perdagangan mereka… Semalam, WSJ melaporkan bahwa China tengan menyusun pengganti kebijakan Made In China 2025 (yang diperkarakan oleh AS -red). Laporan menyebutkan bahwa China sedang mempertimbangkan untuk menunda sebagian targetnya untuk tahun 2035 dan lebih berfokus untuk meningkatkan standar industri, dengan kebijakan baru direncanakan meluncur awal tahun depan.”

Attril menyatakan bahwa ini “kemungkina titik utama dalam perang dagang AS-China, dan perubahan dari China dalam hal ini akan meningkatkan peluang bagi kedua pihak untuk mencapai kesepakatan tahun depan.”

Faktor-faktor ini mendongkrak pamor Dolar Australia yang seringkali dianggap sebagai proxy China di pasar uang global. Apalagi, dikabarkan pula bahwa China telah melanjutkan impor kedelai dari Amerika Serikat.

Baca Juga:   Aussie Menguat Lebih Baik Dari Survei Caixin Dari Yang Diharapkan

Pada Cross Pairs, AUD menunjukkan performa beragam. Pasangan AUD/NZD menanjak 0.10 persen ke kisaran 1.0532, tetapi AUD melemah versus Pound dan Euro. Pounds didukung oleh kabar terbaru bahwa PM Theresa May berhasil lolos dari ancaman mosi tidak percaya yang didukung oleh lebih dari sepertiga anggota partainya sendiri di Parlemen Inggris; sementara Euro tengah menantikan pengumuman pasca rapat kebijakan moneter ECB nanti sore.

Sementara itu, dari dalam negeri Australia, Westpac melaporkan bahwa kondisi industri manufaktur masih di atas rata-rata, walaupun terjadi penurunan. Meski laporan ini bukan termasuk rilis data ekonomi berdampak tinggi, tetapi dapat menyusutkan kekhawatiran pasar mengenai kondisi ekonomi setempat.

Buletin yang dirilis bank sentral Australia (Reserve Bank Australia) tadi pagi menuturkan mengenai pentingnya nilai tukar mata uang. Secara umum, tidak ada hal penting terkait kebijakan moneter maupun suku bunga yang diungkap di dalamnya. Namun, media mengutip bahwa di dalam buletin tersebut, RBA menyatakan “The Bank can still intervene in the foreign exchange market if it becomes disorderly or dysfunctional (Bank masih dapat mengintervensi pasar mata uang jika menjadi kacau atau disfungsional).”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply