Dolar Australia Didongkrak Kenaikan Harga Minyak dan Notulen FOMC

Bonus Welcome Deposit FBS

Reli Dolar Australia berlanjut pada perdagangan hari Kamis ini (10/1), didukung oleh pelemahan Dolar AS pasca rilis notulen FOMC serta kenaikan harga minyak sejak awal Januari. Pasangan mata uang AUD/USD tercatat naik 0.13 persen ke level 0.7180 menjelang pembukaan sesi New York, sementara AUD/NZD menguat 0.20 persen ke kisaran 1.058.

Dolar Australia Didongkrak Kenaikan Harga Minyak

Indeks Dolar AS ditutup anjlok drastis pada hari Rabu, setelah notulen FOMC mengungkapkan bahwa sejumlah pejabat bank sentral ingin membiarkan suku bunga tetap dalam tahun 2019. Hal ini berhubungan dengan laju inflasi yang lebih lambat serta berbagai risiko pasar yang diproyeksikan akan terus meningkat. Rilisan tersebut mendorong Indeks Dolar melemah ke level terendah sejak Oktober, sembari mendongkrak AUD/USD ke level tertinggi sejak pertengahan Desember lalu.

“Notulen dari rapat FOMC Federal Reserve menggarisbawahi bias yang lebih dovish baru-baru ini dari beberapa pejabat. Para pengambil kebijakan pada akhirnya menyimpulkan bahwa kenaikan suku bunga bertahap lebih lanjut dapat dilakukan, tetapi jangkauan dan waktu kenaikan suku bunga selanjutnya menjadi kurang jelas dibandingkan sebelumnya,” ujar para pakar dari Westpac Bank.

Baca Juga:   USD / JPY Naik Selama Perdagangan Asia

Selain itu, enaikan harga minyak mentah hingga 5 persen sejak awal Januari sera merebaknya optimisme terkait negosiasi dagang AS-China juga menopang reli Dolar Australia. Walaupun belum ada rincian hasil negosiasi yang bocor ke media, tetapi pesan positif yang disampaikan oleh sejumlah pejabat -termasuk presiden AS Donald Trump melalui Twitter- meningkatkan antusiasme investor dan trader.

Absensi rilis data penting dari Australia akan membuat trader AUD/USD kembali melirik jadwal event Amerika Serikat untuk menilai arah pergerakan harga berikutnya. Pimpinan Fed, Jerome Powell, dijadwalkan berbicara di hadapan Economic Club Washington malam ini. Beberapa pejabat Fed lainnya juga memiliki agenda pidato di hadapat publik, termasuk Thomas Barkin, James Bullard, Charles Evans dan Neil Kashkari.

Pada titik ini, pelaku pasar sudah tak mengekspektasikan akan terjadi kenaikan suku bunga Fed sama sekali dalam tahun 2019. Apabila ada pejabat yang mensinyalkan kemungkinan kenaikan dilakukan kembali dalam beberapa bulan ke depan, maka ada peluang bagi Dolar AS untuk berbalik menekan Aussie.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply