Dolar Australia Didongkrak Laporan Tenaga Kerja

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia menanjak nyaris satu persen ke kisaran 0.7289 terhadap Dolar AS pada perdagangan hari Kamis ini (15/November), lantaran laporan ketenagakerjaan yang lebih baik dibanding ekspektasi. Walaupun pergerakannya mengalami kemunduran pada sesi Eropa, tetapi posisi masih di kisaran level tertinggi dalam sepekan. Pasangan mata uang AUD/NZD juga melonjak 0.33 persen ke sekitar 1.0673.

Dolar Australia Didongkrak Laporan Tenaga Kerja

Lembaga Australian Bureau of Statistics (ABS) melaporkan bahwa Employment Change mengalami kenaikan sebesar 32.8k dalam bulan Oktober. Angka tersebut melampaui pencapaian bulan sebelumnya pada 7.8k dan lebih tinggi dari ekspektasi yang dipatok pada 19.9k. Jumlah tenaga kerja yang memperoleh pekerjaan full-time juga melesat ke total 42,300 dari 20,300 pada bulan September, sekaligus mencatat rekor tertinggi dalam empat bulan terakhir.

Perbaikan data-data ketenagakerjaan yang mengungguli perkiraan awal ini mengakibatkan tingkat pengangguran stagnan pada level 5.0 persen, walaupun sebelumnya diestimasi akan meningkat ke 5.1 persen. Secara tidak langsung, rangkaian laporan tersebut menunjang optimisme bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) soal stabilitas ekonomi, walaupun belum tentu akan mendorong mereka menaikkan suku bunga.

Baca Juga:   Dolar Pada Level Tertinggi 2 Bulan Terhadap Yen Sebelum Yellen Memberikan Kesaksian

Beberapa saat setelah data-data ketenagakerjaan dirilis, Asisten Gubernur RBA, mengatakan bahwa pembatasan pemberian pinjaman (lending) telah memperkuat ketangguhan perekonomian. Akan tetapi, ia juga mengungkapkan bahwa standar yang lebih ketat dalam pemberian pinjaman bagi developer bisa mengakibatkan kemunduran lebih tajam pada sektor konstruksi.

Di sisi lain, sebuah kabar dari China ikut menunjang reli Dolar Australia. Dengan mengutip narasumber anonim, media Bloomberg mengabarkan bahwa pemerintah China telah menyusun sejumlah konsesi yang bisa dibuat menjelang pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada gelaran pertemuan tingkat tinggi G20 di Buenos Aires, Argentina, akhir bulan ini.

Meskipun demikian, sejumlah analis ragu kalau sebuah kesepakatan benar-benar akan tercapai antara kedua belah pihak, jika hanya berdasarkan rencana konsesi China itu saja. Pasalnya, sebagian besar isi dokumen hanya mengulang beberapa hal yang sebelumnya sudah pernah diajukan oleh Beijing, dan tidak memuat hal-hal seperti perubahan kebijakan industri yang diharapkan oleh Trump.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply