Dolar Australia Dilindas Ketegangan AS-China Lagi

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia selip untuk hari ketiga beruntun terhadap Dolar AS dengan mencatat pergerakan intraday -0.60 persen ke level 0.7227 pada awal sesi Eropa hari Kamis ini (6/Desember). Mata uang yang menjadi proxy Yuan di pasar uang internasional ini terimbas oleh kabar ditangkapnya CFO Huawei, perusahaan teknologi terbesar China, di Kanada.

Dolar Australia Dilindas Ketegangan AS-China Lagi

Pagi tadi, data penjualan ritel Australia dilaporkan naik 0.3 persen (month-over-month) pada bulan Oktober 2018. Angka tersebut sesuai dengan ekspektasi dan lebih tinggi dari pertumbuhan 0.1 persen yang dicapai pada periode sebelumnya. Akan tetapi, imbas bangkitnya ketegangan AS-China mengakibatkan berlanjutnya pelemahan Dolar Australia yang telah dimulai kemarin pasca buruknya data GDP (Gross Domestic Product) setempat.

Otoritas Kanada mencekal Meng Wanzhou, CFO Huawei,  di Vancouver atas tuduhan melanggar sanksi Amerika Serikat. Sejumlah media menyebutkan ia juga terancam diekstradisi ke Amerika Serikat, tetapi pihak Huawei sendiri mengaku tak tahu tuduhan apa persisnya yang dipersalahkan pada sang CFO.

Penahanan yang belum jelas sebab-musababnya itu memicu kekhawatiran di kalangan investor dan trader. Pasalnya, baru akhir pekan lalu, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping setuju untuk melanjutkan kembali perundingan untuk memperbaiki hubungan dagang kedua negara. Insiden ini dikhawatirkan dapat merusak negosiasi tersebut.

Baca Juga:   BERITA SAHAM 16/07/2018 - APRESIASI MITRA USAHA, BFI FINANCE SERAHKAN SATU HONDA BRIO

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Australia yang loyo sebagaimana ditunjukkan dalam data GDP awal pekan ini, memunculkan kekhawatiran pasar kalau-kalau bank sentralnya bakal mempertimbangkan pemangkasan suku bunga. Hari ini, yield obligasi Australia bertenor 2-tahunan merosot ke level terendah dalam 9 bulan terakhir di kisaran 1.93 persen, lantaran pelaku pasar tak lagi mengharapkan bank sentral Australia (RBA) akan mengumumkan kenaikan suku bunga tahun depan.

Andrew Ticehurst, seorang ekonom dari Nomura, mengatakan, “Sekarang kami mengekspektasikan profil suku bunga tetap berlanjut untuk periode yang lebih lama”.

Lanjutnya lagi, “(Selain itu) kami kira pasar bisa jadi memeperhitungkan (pula) adanya sebuah probabilitas kecil akan pemangkasan suku bunga. Walaupun hal ini lebih jauh dari perkiraan kami, (tetapi) kami memahami sentimen seperti ini dan meyakini bahwa ini dapat mengakibatkan tekanan (sehingga) sejumlah kurva yield menajam.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply