Dolar Australia Lolos Dari Tren Bearish Pasca Pengumuman RBA

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia menguat pesat pasca pengumuman bank sentralnya (Reserve Bank of Australia/RBA) hari Selasa ini (6/November), dikarenakan kuatnya nada optimis para petinggi otoritas moneter tersebut. Pasangan mata uang AUD/USD diperdagangkan naik sekitar 0.30 persen ke kisaran 0.7230 per pertengahan sesi Eropa, sementara AUD/NZD meningkat 0.22 persen ke level 1.0837.

Dolar Australia Lolos Dari Tren Bearish Pasca Pengumuman RBA

 

Pasca rapat kebijakan tadi pagi, Gubernur RBA Philip Lowe mengungkapkan bahwa perekonomian berada dalam kondisi sehat berkat pemulihan harga komoditas dan lingkungan global yang mendukung. Berdasarkan outlook tersebut, RBA memutuskan untuk menaikkan prakiraan pertumbuhan Australia.

Pertumbuhan Australia kini diekspektasikan akan meningkat dalam laju rata-rata 3.5 persen pada tahun 2018 dan 2019, sebelum melambat pada tahun 2020. Sebelumnya, RBA memperkirakan GDP hanya akan tumbuh “sedikit lebih tinggi dari 3 persen” pada tahun 2018 maupun 2019.

Ekspansi ekonomi Amerika Serikat dan peluncuran stimulus fiskal baru dari otoritas China telah berkontribusi bagi perbaikan outlook ekonomi Australia, dikarenakan besarnya peran sektor ekspor-impor bagi pertumbuhan negeri Kanguru. Di sisi lain, RBA juga optimis dalam memandang nilai tukar mata uangnya.

Baca Juga:   Saham TLKM RABU 02/05/2018 ( BERITA SAHAM )

“Dolar Australia tetap dalam kisaran pergerakan yang sama sejak 2 tahun terakhir dalam basis pembobotan dagang, meskipin saat ini berada pada bagian bawah kisaran tersebut,” ujar Lowe.

Dalam pemantauan secara real-time, Dolar Australia telah merosot lebih dari 9 persen versus Dolar AS dalam tahun ini, dikarenakan keengganan RBA untuk menaikkan suku bunganya. Namun, kali ini meski RBA menyatakan memilih untuk mempertahankan suku bunga tetap pada rekor terendah 1.5 persen lantaran inflasi yang belum mencapai target, tetapi bank sentral mengekspektasikan inflasi akan naik ke atas 2 persen.

“Outlook bagi pasar keternagakerjaan masih positif. Dengan perekonomian yang tumbuh lebih tinggi dari tren, (maka) penurunan tingkat pengangguran lebih lanjut diekspektasikan mencapai kisaran 4.75 persen pada tahun 2020. Tingkat lowongan tinggi, dan ada laporan kekurangan tenaga ahli pada beberapa bidang. Pertumbuhan gaji masih rendah, tetapi sudah naik sedikit,” ungkap Lowe.

Lebih lanjut, Lowe menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang kokoh dan berlanjutnya penurunan pengangguran akan mendorong peningkatan pertumbuhan gaji, sehingga mendongrak inflasi kembali ke kisaran 2-3 persen. Pasar menerjemahkan pernyataan tersebut sebagai statement bernada hawkish, karena itu artinya ada kemungkinan RBA akan menaikkan suku bunga; setelah suku bunga lama dipertahankan di level rendah akibat inflasi Australia yang terus menerus di bawah 2 persen selama 5 tahun terakhir.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply