Dolar Australia Melejit Di Tengah Ekspektasi Suku Bunga Tetap

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata ung AUD/USD membukukan kenaikan hampir 0.5 persen dan bertengger di level 0.6795 pada awal sesi New York hari Senin ini (2/12). Reli Aussie dipicu oleh perbaikan hasil survei Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk sektor Manufaktur China, salah satu negeri destinasi ekspor utama Australia. Kecenderungan pasar memilih mata uang berbunga tinggi menjelang masa liburan panjang juga ikut mendongkrak minat beli Aussie.

Dolar Australia Melejit Di Tengah Ekspektasi Suku Bunga Tetap

Caixin melaporkan bahwa hasil survei PMI untuk sektor manufaktur China pada bulan Novemember meningkat dari 51.7 menjadi 51.8. Ini merupakan rekor tertinggi sejak Januari 2017, sekaligus menandai akselerasi pertumbuhan paling pesat dalam tiga tahun terakhir. Walaupun konflik dagang AS-China belum terselesaikan, data tersebut memberikan harapan bagi pelaku pasar global mengenai prospek pemulihan ekonomi tahun depan.

Dibandingkan prestasi tersebut, laporan ekonomi Australia justru menampilkan kinerja mengecewakan. Para pakar semakin mengkhawatirkan outlook pasar tenaga kerja Australia, karena data perijinan pembangunan dan iklan lowongan kerja mengalami penurunan. Iklan lowongan kerja dilaporkan anjlok 1.7 persen (Month-over-Month) pada bulan November. Skor tersebut lebih baik ketimbang estimasi awal yang mensinyalir penurunan hingga 2.2 persen, tetapi lebih buruk ketimbang performa minus 1 persen pada periode sebelumnya

Baca Juga:   Yuan Terjun Untuk 4 Tahun Rendah

Lembaga Australian Bureau of Statistics (ABS) juga melaporkan bahwa pemberian perijinan pendirian bangunan berkurang 8.1 persen (Month-over-Month) pada bulan Oktober. Dalam laporan berbeda, Australian Industry Group (AIG) menyatakan bahwa indeks manufaktur tumbang dari 51.6 menjadi 48.1.

Data-data tersebut hampir tak dihiraukan oleh pelaku pasar, karena bank sentral Australia (RBA) dinilai tidak akan melakukan perubahan suku bunga dalam waktu dekat. Pada pengumuman resmi pasca rapat kebijakan besok, RBA diprediksi akan mempertahankan suku bunga tetap pada level 0.75 persen.

Terlepas dari beragam laporan domestik Australia, minat risiko pasar telanjur melonjak akibat data ekonomi China. Optimisme pasar terkait negosiasi dagang AS-China juga tetap tinggi, walaupun Presiden AS Donald Trump dan Presiden Xi Jinping diperkirakan bakal batal menandatangani kesepakatan dagang sebelum akhir tahun. Pasar kini hanya mengharapkan kedua negara untuk memperpanjang gencatan dengan menyetujui penundaan kenaikan tarif impor yang sedianya dijadwalkan terjadi pada pertengahan bulan ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply