Dolar Australia Melemah Lagi Pasca Rilis GDP China

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia terpantau melemah 0.15 persen ke level 0.7155 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi Eropa hari Senin ini (21/1), beberapa jam setelah data GDP China diumumkan. Namun demikian, Dolar Australia masih unggul versus Dolar New Zealand dengan posisi AUD/NZD menguat ke level tertinggi sejak awal Desember.

Dolar Australia Melemah Lagi Pasca Rilis GDP China

Tadi pagi, Biro Statistik Nasional China melaporkan bahwa pertumbuhan GDP (Gross Domestic Product) hanya melaju 6.6 persen pada tahun 2018. Angka tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar sebelumnya, tetapi merupakan laju pertumbuhan ekonomi terburuk China sejak tahun 1990. Pimpinan biro statistik China, Ning Jizhe, mengakui bahwa konflik perdagangan antara negaranya dan Amerika Serikat telah mempengaruhi ekonomi domestik, tetapi dampaknya dapat dikendalikan.

Saat ini, pelaku pasar masih menantikan kelanjutan negosiasi perdagangan antara AS dan China yang akan dimulai kembali setelah Wakil Perdana Menteri Liu He tiba di Washington akhir bulan ini untuk berjumpa dengan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin. Pasalnya, hasil dari diskusi kedua pihak di Beijing pada awal bulan ini belum disampaikan ke publik. Pernyataan resmi AS maupun China pada saat itu hanya menyebutkan sejumlah bidang yang dinegosiasikan, termasuk diantaranya hak kekayaan intelektual dan masalah peraturan impor non-tarif.

Baca Juga:   Outlook Mingguan USD / JPY : 14 - 18 Juli 2014

“Untuk saat ini, pasar melaju dengan persepsi bahwa ada keinginan memadai dari kedua belah pihak untuk membuat kesepakatan, tetapi seiring dengan makin mendekatnya deadline pada tanggal 1 Maret, pasar juga kemungkinan menuntut bukti yang lebih konkrit bahwa kesepakatan lebih mungkin tercapai,” ujar Rodrigo Catril, pakar strategi forex senior di National Australia Bank.

Kabar mengenai kondisi perekonomian China dan negosiasi perdagangan sangat berpengaruh pada Dolar Australia, karena kedekatan hubungan dagangnya dengan negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut, serta tingginya ketergantungan negaranya pada sektor ekspor. Sementara itu, tak ada data berdampak tinggi yang dirilis dari dalam negeri Australia hari ini.

Sebuah data berdampak menengah yang dipublikasikan tadi pagi pun menunjukkan indikasi perlambatan ekonomi di negeri Kanguru. Tepatnya, data HIA New Home Sales menunjukkan kemerosotan drastis di sektor perumahan Australia hingga mencatat rekor -6.7 persen, setelah sempat mencapai +3.6 persen pada periode sebelumnya.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply