Dolar Australia Melemah Setelah AS Bantah Rumor Tentang Tarif Impor

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia melemah 0.15 persen ke kisaran 0.7183 terhadap Dolar AS pada awal sesi Eropa hari Jumat ini (18/1), setelah sempat dilonjakkan sesaat oleh rumor tentang tarif impor AS-China pada sesi Asia. Mata uang paling sensitif pada minat risiko pasar ini juga mundur dari level tertinggi sepekan terhadap Dolar New Zealand ke kisaran 1.0626, walaupun tak ada jadwal publikasi data ekonomi berdampak tinggi dari kedua wilayah.

Dolar Australia Melemah Setelah AS Bantah Rumor Tentang Tarif Impor

Tadi pagi, media Wall Street Journal merilis laporan bahwa Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin tengah mempertimbangkan kemungkinan memangkas tarif impor atas produk-produk China guna menenangkan pasar keuangan AS yang bergejolak. Pasar saham AS langsung melonjak setelah beredarnya laporan tersebut, tetapi langsung terpuruk lagi setelah Departemen Keuangan menyampaikan bantahan mereka.

Seorang juru bicara Departemen Keuangan AS mengatakan, baik Mnuchin maupun perwakilan dagang AS, Robert Lighthizer, tidak pernah memberikan rekomendasi apapun terkait tarif impor atau aspek lain dalam negosiasi dengan China. Selain itu, mereka menegaskan kembali bahwa delegasi kedua belah pihak masih berlangsung.

Baca Juga:   NZD / USD Jatuh Ke Posisi Terendah 1 Bulan Setelah Data Perdagangan N.Z.

Sementara itu, Pemerintah China mengonfirmasi bahwa Wakil Perdana Menteri Liu He akan berkunjung ke Washington pada akhir bulan ini untuk memulai ronde baru dalam negosiasi perdagangan AS-China dan berupaya mencapai kesepakatan sebelum deadline 1 Maret. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah menyatakan akan menaikkan tarif impor atas produk-produk China jika kedua pihak belum bisa mencapai kesepakatan pada tanggal tersebut.

Dolar Australia merupakan mata uang yang paling sensitif pada konflik perdagangan AS-China. Hal ini dikarenakan hubungan dekatnya dengan kedua negara, tingginya ketergantungan negeri Kanguru pada sektor perdagangan luar negeri, dan statusnya sebagai mata uang mayor berbeta tinggi. Di tengah tiadanya jadwal rilis data penting dari Australia, mata uang AUD akan terus didikte oleh faktor-faktor eksternal semacam ini.

Pekan depan, Australia dijadwalkan hanya merilis satu paket data berdampak tinggi, yakni Employment Change (perubahan jumlah pekerjaan) untuk periode penghitungan bulan Desember. Setelah data bulan November direvisi naik menjadi 37.0k, Employment Change diperkirakan turun menjadi 16.5k pada akhir tahun 2018.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply