Dolar Australia Melonjak 1 Persen Pasca KTT G-20

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia melonjak sekitar 1 persen ke kisaran 0.7380 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi Eropa hari Senin ini (3/Desember), di tengah kelegaan pasar yang dipicu oleh persetujuan Presiden AS Donald Trump untuk membatalkan penerapan bea impor tambahan bagi China pada 1 Januari mendatang, pasca pertemuan G-20. Meskipun data-data ekonomi dari dalam negeri Australia kurang memuaskan, tetapi Dolar Aussie menguat lantaran peningkatan minat risiko pasar.

Dolar Australia Melonjak Berkat Gencatan AS-China

Pagi tadi, indeks manufaktur AIG mengalami penurunan drastis dari 58.3 ke 51.3 pada bulan November. Meskipun masih di atas ambang 50 dan tetap menunjukkan kondisi bisnis ekspansif, tetapi itu merupakan angka terendah dalam tahun 2018 ini.

Data Building Approvals yang dirilis Australian Bureau of Statistics (ABS) juga mencatat penurunan 1.5 persen (Month-over-Month) pada bulan Oktober; jauh berbeda dengan kenaikan 5.5 persen yang dialami sebulan sebelumnya. Lebih buruk lagi, laporan kuartalan mengenai keuntungan operasional bruto perusahaan-perusahaan Australia hanya mencatat pertumbuhan 1.9 persen (Quarter-over-Quarter) pada kuartal III/2018, alih-alih tumbuh 2.9 persen sebagaimana diperkirakan sebelumnya.

Baca Juga:   Outlook Mingguan EUR / USD : 24 - 28 Maret 2014

Data-data ekonomi tersebut cenderung diabaikan oleh trader Aussie karena kesepakatan “gencatan senjata” antara Trump dan Presiden China Xi Jinping pada ajang G-20 kemarin merepresentasikan peluang pemulihan pertumbuhan ekonomi global dan harga komoditas. Hal itu pulalah yang mendorong AUD/USD meroket ke level tertinggi empat bulan.

“Pasar dibuka dengan reaksi spontan (menanggapi) peningkatan minat risiko, tetapi waktu akan memberitahu (kita) seberapa tahan lamakah optimisme itu,” ujar Jo Masters dari ANZ, pada media ABS-CBN News. Lanjutnya lagi, “Ada beragam kesimpulan resmi mengenai apa yang tercapai dalam pertemuan (antara Trump dan Xi) itu. Namun, untuk saat ini, kedua pihak bisa (sama-sama) mengklaim kemenangan.”

Dalam pertemuan antara kedua pemimpin negara di forum G-20, Trump setuju menunda kenaikan tarif impor atas USD200 Miliar produk China yang sedianya akan diberlakukan pada 1 Januari mendatang. Di sisi lain, Presiden China Xi Jinping berjanji akan meningkatkan pembelian China atas produk-produk Amerika Serikat. Selain itu, kedua negara akan kembali menggelar negosiasi baru dengan target mencapai kesepakatan dalam tempo 90 hari ke depan.

Baca Juga:   Outlook Mingguan NZD / USD : 23 - 27 Februari 2015

Kesepakatan tentatif itulah yang mendorong penguatan Dolar Australia hari ini. Namun, dalam beberapa hari ke depan masih ada sejumlah event yang dapat mengancam reli kembali ke arah bearish. Salah satunya adalah pertemuan antara OPEC dan Rusia di Wina pada hari Kamis yang akan membicarakan masalah kejatuhan harga minyak bulan lalu. Sebagai salah satu mata uang komoditas, Dolar Australia cukup sensitif menanggapi kabar apapun yang berpotensi menggerakkan harga komoditas secara signifikan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply