Dolar Australia Menguat Didukung Data dan Negosiasi AS-China

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia meroket nyaris 0.6 persen ke level 0.7111 terhadap Dolar AS, sehubungan dengan meningkatnya minat risiko pasar dalam perdagangan sesi Asia hari Rabu ini (3/4). Kabar mengenai perkembangan terbaru dalam negosiasi perdagangan AS-China serta rilis data domestik Australia yang cukup memuaskan, mendukung upaya rebound Aussie kali ini. Namun, dibutuhkan katalis yang lebih kuat untuk mendongkraknya menanjak lebih tinggi lagi.

Dolar Australia Menguat Didukung Data dan Negosiasi AS-China

Tadi pagi, media Financial Times melaporkan bahwa Amerika Serikat dan China telah berhasil menyelesaikan sebagian besar masalah yang perlu dibahas dalam negosiasi perdagangan antara kedua belah pihak. Berita ini memudarkan kekhawatiran pasar mengenai perseteruan kedua negara ekonomi terbesar dunia tersebut, serta mengokohkan mata uang negara-negara partner dagang utama mereka, termasuk Australia.

“Berita terbaru mengenai perdagangan telah meningkatkan nuansa ‘risk-on’ di pasar,” kata Koji Fukaya, presiden FPG Securities Tokyo. Namun, ia mengakui dibutuhkannya konfirmasi lebih lanjut untuk benar-benar menggairahkan pasar. Lanjutnya, “Respons mata uang secara keseluruhan cukup kalem sejauh ini, karena sedikit yang mengekspektasikan negosiasi perdagangan AS-China bakal berakhir dengan kegagalan. Sekarang kita perlu menyaksikan apakah kesepakatan apapun mengenai masalah perdagangan itu bisa mendorong perbaikan penilaian ekonomi yang baru-baru ini lesu.”

Baca Juga:   Keuntungan Yen Di Asia Pada Sentimen Risiko Setelah Pemboman Belgia

Dolar Australia memang melejit sehubungan publikasi berita tersebut, tetapi hanya mampu menutupi pelemahan yang diderita kemarin saja serta belum menghapus bias bearish dalam outlook fundamentalnya. Kemarin, bank sentral Australia memutuskan untuk tak merubah suku bunga dan mempertahankan prospek pemangkasan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan. Hal ini membebani Aussie, meskipun beberapa data ekonomi domestik baru saja dilaporkan lebih baik dari ekspektasi.

Australian Bureau of Statistics (ABS) melaporkan bahwa data penjualan ritel bulan Februari melonjak 0.8 persen (Month-over-Month), jauh melampaui ekspektasi yang dipatok pada 0.3 persen. Neraca perdagangan Australia juga mencatat kenaikan surplus dari 4.351 Miliar menjadi 4.801 Miliar. Sepintas, keduanya cukup memuaskan. Namun, jika ditilik lebih teliti, maka nampak bahwa ekspor Australia tak mengalami pertumbuhan sama sekali sepanjang bulan Februari 2019, sementara impor justru menurun 0.1 persen; mensinyalkan masih lemahnya permintaan internal dan eksternal.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply