Dolar Australia Menguat Didukung Data Neraca Dagang China

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia sempat meroket sekitar 1 persen pada sesi Asia hari ini (14/2), setelah rilis data neraca perdagangan China dan merebaknya rumor bahwa Presiden AS Donald Trump bakal memundurkan batas waktu perundingan AS-China. Namun demikian, AUD/USD telah putar balik ke kisaran 0.7104 pada pertengahan sesi Eropa, karena rumor tersebut belum terkonfirmasi.

Dolar Australia Menguat Didukung Data Neraca Dagang China

Kemarin, diketahui bahwa Trump telah menyatakan kesediaannya untuk memundurkan deadline perundingan AS-China. Menurutnya, tanggal deadline pada 30 Maret dapat diundur jika AS dan China sudah hampir mencapai persetujuan akhir. Spekulasi terkait penundaan deadline ini makin berkembang hingga muncul rumor bahwa Trump tengah mempertimbangkan untuk memundurkannya selama 60 hari.

Di tengah masih terus berlangsungnya perundingan antara perwakilan delegasi AS dan China di Beijing hari ini, rumor tersebut menggairahkan minat risiko pasar. Akibatnya, kabar tak terkonfirmasi tersebut mendorong Dolar Australia dan Dolar New Zealand melonjak, sementara Yen Jepang justru melemah.

Di sisi lain, mata uang dua negara yang berhubungan dagang erat dengan China tersebut juga didongkrak oleh positifnya data neraca perdagangan negeri Panda. Lembaga pemerintah China melaporkan bahwa surplus dagang hanya berkurang dari 57.06 Miliar menjadi 39.16 Miliar pada bulan Januari, lebih baik dibandingkan ekspektasi penurunan hingga 33.50 Miliar.

Baca Juga:   Dolar AS Mundur Dari Level Tinggi Karena Berita-Berita Eropa

Laju ekspor dan impor pada periode yang sama juga cukup memuaskan. Ekspor meroket 9.1 persen (yoy), padahal sebelumnya diperkirakan akan menurun 3.2 persen. IMpor juga hanya melandai 2.5 persen (yoy), alih-alih merosot 10.0 persen sesuai ekspektasi pasar. Bauran data ini menandakan bahwa permintaan di negeri ekonomi terbesar kedua dunia itu masih tangguh, walaupun dilanda perlambatan.

Terlepas dari itu, sejumlah analis mewanti-wakti agar tak terlampau optimistis dalam menelaah data ini. Pasalnya, laporan neraca perdagangan bulan Januari dan Februari mencerminkan peningkatan belanja konsumen menjelang perayaan imlek, dan belum tentu berlanjut hingga periode-periode selanjutnya.

Perhatian pelaku pasar juga masih berfokus pada perundingan tingkat tinggi di Beijing. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, serta Wakil Perdana Menteri Liu He, masih berjuang untuk menyusun kesepakatan yang dapat disetujui oleh Trump dan Xi Jinping.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply