Dolar Australia Menguat Tipis, Notulen RBA Pesimis

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia menguat 0.12 persen ke kisaran 0.7185 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi Eropa hari Selasa ini (18/12). Namun, rilis notulen rapat kebijakan moneter bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) mengungkap bahwa para pengambil kebijakan meragukan outlook perekonomian ke depan.

Dolar Australia Menguat Tipis, Notulen RBA Pesimis

Tema utama perdagangan awal pekan ini adalah spekulasi soal prospek kenaikan suku bunga AS tahun 2019. Spekulasi yang membebani Dolar AS tersebut mendongkrak kekuatan Aussie, tetapi tidak mampu memperbaiki outlook AUD/USD dalam jangka panjang. Sementara itu, notulen RBA yang dirilis tadi pagi justru cenderung pesimis.

Bill Evans, analis riset di Westpac, memaparkan, “Notulen rapat kebijakan moneter dewan RBA mengungkap bahwa dewan kurang percaya diri mengenai perekonomian dibandingkan sebelumnya. Dalam notulen hari ini, isu seputar lambatnya pertumbuhan pendapatan, tingginya level utang, dan jatuhnya harga perumahan, dideskripsikan sebagai kombinasi faktor yang mengancam outlook bagi konsumen.”

Notulen menegaskan kembali bahwa anggota rapat RBA sepakat kalau perubahan suku bunga berikutnya adalah naik, bukan turun. Namun, Evans menilainya agak dovish, karena sorotan yang diberikannya pada berbagai risiko internal dan eksternal.

Baca Juga:   EUR / USD Lebih Tinggi, Pada Data AS

Lanjutnya lagi, “Dalam pandangan kami, bank sentral (Australia) sekarang kemungkinan merevisi turun forecast pertumbuhan pada 2018 dari 3.5 persen menjadi 3.0 persen dalam pernyataan kebijakan moneter bulan Februari 2019.”

Westpac yang memiliki salah satu jaringan bank terbesar di kawasan Antipodean, sudah berulangkali memprediksikan suku bunga tetap sejak RBA memangkas suku bunga pada Agustus 2016. Hingga sekarang pun, Westpac masih memperkirakan kalau suku bunga Australia bakal dipertahankan pada level yang sama pada tahun 2019 dan 2020.

Sementara itu, muncul kabar baik bahwa pemerintah Australia kemungkinan memangkas lebih dari separuh forecast defisit anggarannya untuk tahun fiskal 2018/2019 dan mengalami kenaikan surplus dalam tahun-tahun berikutnya. Kombinasi rendahnya pembayaran tunjangan dan tingginya pendapatan korporasi telah memungkinkan pemerintah untuk mengurangi pinjaman, sehingga utang netto Australia kemungkinan susut dari 18.2 persen dari GDP pada tahun ini menjadi 1.5 persen dari GDP pada 2028/2029. Sayangnya, info ini kemungkinan hanya diperhatikan oleh investor dan trader jangka panjang.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply