Dolar Australia Merosot Akibat Imbas Memburuknya Ekonomi China

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia merosot dua hari beruntun terhadap Dolar AS, karena kekhwatiran kalau Australia bakal terimbas oleh dampak konflik dagang telah merongrong kinerja ekonomi China. Saat berita ditulis menjelang akhir sesi Asia hari ini (11/6), pasangan mata uang AUD/USD terpuruk pada level terendah sepekan di kisaran 0.6952, sementara indeks Dolar AS bergerak sideways di kisaran 96.76.

Dolar Australia Merosot Akibat Imbas Memburuknya Ekonomi China

Pada hari Senin, surplus neraca dagang China dilaporkan telah meningkat tajam hingga 41.65 Miliar pada bulan Mei 2019. Namun, kenaikan surplus tersebut disebabkan oleh kemerosotan data impor China yang teramat drastis hingga tercatat -8.5 persen (Year-on-Year) dalam periode tersebut.

Hal ini berefek negatif bagi prospek ekonomi Australia, karena China merupakan salah satu destinasi ekspor utama negeri Kanguru. Padahal konflik dagang kemungkinan masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

“Pelemahan impor (China) sekali lagi memperbarui kekhawatiran mengenai perekonomian China, khususnya dikarenakan sulitnya jalan menuju kesepakatan dagang antara AS-China. Kami memperkirakan akan ada pelemahan lebih lanjut, yang mungkin disinyalkan oleh pelemahan PMI diantara negara-negara mitra dagang utama China,” kata Mark McCormick, pakar strategi forex di TD Securities.

Baca Juga:   Outlook FOREX Mingguan : 11 - 15 September 2017

Marcel Thieliant dari Capital Economics sepakat. Katanya, “Terus jatuhnya impor menggarisbawahi bahwa permintaan domestik itu lesu. Ke depan, sekarang kami mengekspektasikan semua impor AS dari China akan dikenai tarif 25 persen pada awal tahun depan. Sementara itu, China tengah mempertimbangkan pembatasan ekspor mineral langka, mem-blacklist perusahaan-perusahaan AS, dan menghimbau warga China agar tidak mengunjungi atau belajar di AS. Intinya, outlook perdagangan tetap buruk.”

Ketegangan kembali menguat pada hari Selasa ini, karena Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman baru bagi China. Ia menuntut agar Presiden China Xi Jinping menghadiri pertemuan dengannya di ajang G20 untuk mendiskusikan masalah dagang kedua negara. Apabila Xi menolak, maka ia akan langsung menaikkan tarif lagi bagi semua produk China.

Pesimisme mengenai prospek damai antara AS-China ini, serta indikasi pelemahan ekonomi Aussie, telah mengakibatkan banyak analis menyarankan agar trader menjual AUD. Westpac, salah satu bank terbesar di kawasan Antipodean, bahkan telah menyarankan pada para klien institusionalnya agar menjual AUD/USD saja karena pasangan mata uang ini kemungkinan akan mencetak level terendah baru sebelum akhir tahun ini, lantaran mereka memprediksi bank sentral Australia bakal memangkas suku bunga tiga kali.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply