Dolar Australia Naik Menggapai Level Tertinggi Dua Pekan

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia menguat sekitar 0.3 persen hingga mencapai level tertinggi harian 0.7150 terhadap Dolar AS pada awal perdagangan sesi Eropa hari Selasa ini (9/4). Pasangan mata uang AUD/NZD juga mendaki 0.12 persen ke level 1.0583. Sejumlah faktor mendorong reli Aussie, antara lain pelemahan Dolar AS, kenaikan harga komoditas, serta perbaikan data ekonomi domestik dari sektor perumahan.

Dolar Australia Naik Menggapai Level Tertinggi Dua Pekan

Harga sejumlah komoditas penting mengalami kenaikan cukup pesat dalam beberapa hari terakhir. Harga minyak mentah meroket hingga menyentuh level tertinggi lima bulan, antara level USD64.50 per barel untuk WTI dan kisaran USD71.70 per barel untuk Brent. Harga bijih besi yang merupakan komoditas ekspor utama Australia juga mencapai level tertinggi lima tahun pada hari Senin.

Di sisi lain, Dolar AS diombang-ambingkan oleh ketidakpastian, setelah rilis data ketenagakerjaan yang agak mengecewakan pada akhir pekan lalu. Saat berita ditulis, indeks Dolar AS (DXY) melemah sekitar 0.13 persen ke kisaran 96.92. Belum diketahui pasti alasan dibalik pelemahan Dolar AS saat ini, tetapi jelas bahwa posisinya mendukung penguatan mata uang berisiko lebih tinggi seperti Aussie.

Baca Juga:   BERITA SAHAM JUMAT 03/08/2018 - KEMENPERIN TARGETKAN 20.000 PENGUSAHA BARU

Sementara itu, data perumahan Australia untuk bulan Februari mengalami perbaikan. Pinjaman KPR (Home Loans) meningkat 0.2 persen (Month-over-Month), setelah sempat tercatat -2.6 persen pada bulan Januari. Padahal, ekspektasi pasar sebelumnya memperkirakan Home Loans akan kembali -2.0 persen. Hal ini merupakan gelagat bagus bagi outlook ekonomi Australia yang sebelumnya dikhawatirkan akan ikut terseret oleh deflasi harga properti di beberapa kota terbesarnya seperti Melbourne dan Sydney.

Dalam beberapa hari ke depan, pergerakan pasangan mata uang AUD/USD kemungkinan akan ditentukan oleh momentum Dolar AS. Pasalnya, hanya ada segelintir jadwal rilis data berdampak rendah dari dalam negeri Kanguru, mencakup indeks sentimen konsumen Westpac, pidato pejabat bank sentral Australia, serta review stabilitas keuangan RBA. Selain itu, pelaku pasar juga akan pasang telinga untuk mengantisipasi perkembangan terbaru dalam upaya negosiasi perdagangan AS-China serta perubahan harga komoditas. Sebagai salah satu negara berbasis ekspor, outlook ekonomi Australia amat dipengaruhi oleh isu-isu tersebut.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply