Dolar Australia Naik Terbatas Pasca Rapat RBA Februari 2019

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia meroket sekitar 0.40 persen versus Dolar AS, sekitar satu jam setelah bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) menyampaikan pernyataan kebijakan terbarunya pada perdagangan hari Selasa (5/2). Saat berita ditulis pada awal sesi Eropa, pasangan mata uang AUD/USD telah masih nangkring di sekitar 0.7248, karena hasil rapat RBA kali ini ternyata tidak se-dovish yang diperkirakan pelaku pasar.

Dolar Australia Naik Tipis Pasca Rapat RBA Februari 2018

Pasca rapat, RBA memutuskan untuk membiarkan suku bunga tetap pada level 1.5 persen, sesuai dengan perkiraan pasar. Sedangkan dalam pernyataan kebijakannya, Gubernur RBA Philip Lowe mengatakan bahwa meski risiko perlambatan ekonomi telah meningkat, tetapi outlook pertumbuhan global masih cukup memadai.

“Konflik dagang telah mempengaruhi perdagangan global dan sejumlah keputusan investasi,” ujar Lowe dalam pernyataannya, “Skenario tengah-nya bagi perekonomian Australia adalah untuk tumbuh sekitar 3 persen tahun ini dan sedikit kurang dari itu pada 2020 dikarenakan pertumbuhan yang lebih lambat dalam ekspor sumber daya.”

Sebagaimana diketahui, Australia merupakan negara yang perekonomiannya bergantung pada ekspor sumber daya alam, khususnya bijih besi dan emas yang permintaannya cenderung menurun ketika kondisi ekonomi global melambat. Meski demikian, Lowe menyatakan bahwa outlook pertumbuhan Australia masih didukung oleh peningkatan investasi bisnis dan anggaran untuk infrastruktur publik yang lebih tinggi.

Baca Juga:   Sterling Jatuh Karena Politik Lagi Menjelang Akhir Libur Paskah

Pernyataan otoritas moneter Australia tersebut memudarkan sedikit kekhawatiran pelaku pasar yang sebelumnya memperkirakan mereka akan mensinyalkan pemangkasan suku bunga. Meski demikian, para analis menilai kalau proyeksi jangka panjang masih tetap suram.

“Pesan utama RBA nampak jelas -bahwa mereka telah mengetahui outlook global yang lebih lemah, berlanjutnya penurunan tajam harga-harga perumahan di Sydney dan Melbourne, serta mengakui bahwa laporan GDP (Gross Domestic Product) kuartal tiga (2018) itu mengecewakan,” kata Sean Callow, pakar strategi mata uang senior di Westpac, sebagaimana dikutip oleh CNBC.

Lanjutnya lagi, “Akan sulit bagi Dolar Australia untuk ditutup di atas $0.7300 karena pasar masih kuat mensinyalir adanya peluang cukup besar bagi RBA untuk melonggarkan (kebijakan moneter) tahun ini, dengan anggapan bahwa RBA (saat ini) terlalu optimistis.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply