Dolar Australia Reli Ke Tertinggi Dua Pekan

Bonus Welcome Deposit FBS

AUD mencatat kenaikan 0.10 persen di level 0.7124 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi Eropa hari Senin ini (7/1), meskipun indikator bisnis sektor manufaktur Australia mengalami penurunan. Penguatan Dolar Aussie kali ini kembali didorong oleh faktor eksternal, terutama pelemahan Dolar AS.

Dolar Australia Reli Ke Tertinggi Dua Pekan

Tadi pagi, Australian Industry Group (AIG) mengumumkan bahwa Manufacturing Index tergelincir dari 51.3 ke 49.5 pada bulan Desember. Namun, pelaku pasar tak terlalu memperhatikan kabar tersebut, sehubungan dengan sejumlah perkembangan signifikan lain pada akhir pekan.

Pertama, pemerintah China mengumumkan bahwa diskusi perdagangan baru dengan AS telah resmi dimulai pada hari Senin ini. Hal ini memberikan harapan akan tercapainya suatu kesepakatan yang dapat mengakhiri ancaman perang dagang terhadap perekonomian dunia.

Kedua, pemerintah China meluncurkan kebijakan moneter longgar yang lebih agresif untuk menanggulangi perlambatan ekonomi. Bank sentralnya (People’s Bank of China (PBoC) memangkas syarat modal minimum perbankan (Reserve Requirements) sebesar 1 persen. Ini merupakan pemangkasan RR pertama dalam tahun 2019, tetapi kelima kalinya dalam setahun terakhir.

Baca Juga:   Euro Lemah Pada Kebuntuan Yunani, Yen Turun Pada Penjualan Ritel

Ketiga, pelaku pasar dikejutkan oleh pernyataan pimpinan bank sentral AS (Federal Reserve) yang bernada dovish. Di hadapan forum American Economic Association, Jerome Powell mengatakan bahwa laju kenaikan suku bunga tidak berada dalam sebuah jalur yang telah ditentukan dan akan sensitif pada risiko-risiko yang terjadi di pasar. Akibatnya, Dolar AS yang sempat meroket karena ditunjang kenaikan suku bunga sepanjang 2018, merosot pada akhir pekan lalu.

Faktor-faktor ini mendongkrak reli Dolar Australia, setelah sempat terperosok di level terendah 10 tahun pada beberapa sesi perdagangan awal tahun ini karena lonjakan kekhawatiran pasar soal perlambatan ekonomi dunia. Namun demikian, sejumlah analis menilai kalau kondisinya masih rapuh.

“Momentum jangka pendek Aussie boleh jadi naik, tetapi masih ada risiko-risiko yang sebelumnya mendorong mata uang ini ke level terendah 10 tahun,” tulis Steven Dooley, pakar mata uang di Western Union Business Solutions, dalam sebuah catatan yang dikutip oleh Sydney Morning Herald. Lanjutnya, “Secara khusus, perlambatan lebih lanjut pada sektor manufaktur AS atau China bisa menekan AUD.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply