Dolar Australia Terancam Oleh Outlook Kesepakatan AS-China

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang AUD/USD merosot hingga 0.23 persen ke level 0.6825 menjelang pembukaan sesi New York hari ini (13/11). Meski tak ada berita berdampak tinggi dari Australia, tetapi pair ini terpengaruh oleh sejumlah perkembangan terbaru dalam pasar keuangan global. Antara lain keputusan bank sentral New Zealand (RBNZ) untuk tidak mengubah suku bunga, serta pidato Presiden AS Donald Trump yang mengikis optimisme terhadap prospek tercapainya kesepakatan AS-China.

Dolar Australia Terancam Oleh Outlook Kesepakatan AS-China

Sempat muncul spekulasi bahwa Trump akan menyinggung perkara kesepakatan AS-China dan negosiasi dagang AS-Eropa dalam pidatonya kemarin. Namun, ia ternyata lebih banyak menyampaikan retorika dalam kerangka persiapan kampanye pemilu presiden mendatang. Diantara segelintir komentarnya tentang perdagangan, Trump juga gagal membangkitkan antusiasme pasar.

Trump menegaskan kembali bahwa ia tidak akan menyetujui kesepakatan apapun dengan China, kecuali jika ia menilai kesepakatan itu bakal menguntungkan bagi AS. Ia juga mengkritisi kebijakan tarif Eropa, tanpa menyinggung sama sekali mengenai penundaan penerapan tarif impor untuk produk-produk otomotif.

“AUD semestinya terus didukung (terutama versus JPY) oleh prospek kesepakatan dagang AS-China yang lebih baik. Pasar perumahan Australia terus berjalan dalam jalur pemulihan, sehingga menciptakan efek kekayaan rumah tangga yang positif dan mengarah kepada pemulihan dalam konsumsi dan perekonomian yang lebih luas ke depan. RBA juga mengisyaratkan bahwa mereka kemungkinan tak mengubah kebijakan dalam jangka pendek untuk memantau efek kebijakan sebelumnya ke perekonomian, sehingga menciptakan peluang kenaikan bagi AUD karena pasar masih memperhitungkan peluang hanya 20% untuk pemangkasan suku bunga bulan depan,” papar Hans Redeker dari Morgan Stanley.

Baca Juga:   Hasil Pemilu Kanada Mengecewakan, USD/CAD Beranjak Naik

Posisi AUD juga ditopang oleh keputusan bank sentral negeri jirannya, RBNZ. Bertentangan dengan ekspektasi pasar, Bank sentral New Zealand tadi pagi mengumumkan akan mempertahankan suku bunga pada level 1.0 persen atas dasar outlook fundamental perekonomian yang dianggap masih cukup tangguh. Dalam pengumuman yang sama, RBNZ menyatakan siap memangkas suku bunga lagi jika diperlukan, tetapi para analis mensinyalir mereka baru akan mengambil tindakan tersebut pada bulan kedua atau ketiga tahun 2020.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply