Dolar Australia Terguling Pasca Rilis Data CPI China

Bonus Welcome Deposit FBS

Aussie merosot sekitar 0.25 persen ke kisaran 0.6943 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi New York hari ini (12/6), setelah rilis data ekonomi China dan Australia yang cenderung mengecewakan. Kemerosotan minat risiko pasar sehubungan dengan prospek eskalasi konflik dagang AS-China juga membebani Dolar Australia, di samping tingginya kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral setempat. Akibatnya, AUD/USD terpuruk pada level terendah dalam lebih dari sepekan, meskipun indeks Dolar AS (DXY) juga mengalami pelemahan.

Dolar Australia Terguling Pasca Rilis Data CPI China

Pada sesi Asia, Lembaga Statistik Nasional China melaporkan bahwa Consumer Price Index (CPI) tak mengalami pertumbuhan sedikit pun pada bulan Mei 2019, padahal diekspektasikan meningkat 0.1 persen (Month-over-Month). Tak hanya itu. Laju pertumbuhan CPI tahunan mengalami percepatan dari 2.5 persen menjadi 2.7 persen (Year-on-Year), tetapi Producer Price Index (PPI) justru melambat dari 0.9 persen menjadi 0.6 persen dalam periode yang sama.

Data inflasi konsumen itu merupakan gelagat buruk bagi Australia yang menjadikan China sebagai salah satu target ekspor beragam komoditas utama. Di sisi lain, laporan ekonomi domestik dari negeri Kanguru juga kurang memuaskan. Indeks sentimen konsumen Australia yang dirilis oleh Westpac tadi pagi untuk bulan Juni menunjukan kemerosotan drastis dari 0.6 persen menjadi -0.6 persen.

Baca Juga:   NZD / USD Turun, Namun Kerugian Terlihat Terbatas

Laporan itu mendukung ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Australia dalam waktu dekat, apalagi bila konflik dagang AS-China memberikan imbas lebih besar dan sektor ketenagakerjaan Aussie gagal mempertahankan tingkat pengangguran di level terendah. Sejalan dengan beragam tekanan yang menimpa AUD, para analis menyarankan agar pelaku pasar mulai jual Aussie versus Dolar.

“Kami memperkirakan AUD dibatasi ambang 0.70 dalam jangka pendek sebagai batas tengah kisaran nilai fair, karena risiko dari luar negeri meningkat. Dalam situasi ini, dengan harga bijih besi sepertinya juga telah melewati puncaknya karena suplai Australia sudah pulih, (maka) AUD semestinya melemah,” kata Sean Callow, seorang pakar dari Westpac. Lanjutnya, “Kemerosotan yield obligasi AS membantu membatasi penurunan AUD/USD, tetapi kami masih memperkirakan kegagalan (AUD/USD) menembus 0.70, kemudian kembali ke ambang 0.68 yang tak jauh dari sini.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply