Dolar Australia Tertekan Di Bawah 0.7100 Pasca Pengumuman RBA

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia diperdagangkan melemah lebih dari 0.2 persen pada kisaran 0.7080 terhadap Dolar AS, menjelang akhir sesi Eropa hari Selasa ini (5/3). Pasca pengumuman terbaru Reserve Bank of Australia (RBA) pada sesi Asia, Aussie cenderung melemah akibat outlook ekonomi domestik yang masih lesu dan ancaman perlambatan ekonomi di negeri mitra dagang terdekatnya, China.

Dolar Australia Tertekan Di Bawah 0.7100 Pasca Pengumuman RBA

RBA mengumumkan keputusan untuk membiarkan suku bunga tetap 1.50 persen, sesuai dengan perkiraan para ekonom. Menurut mereka, suku bunga rendah masih dibutuhkan untuk menopang perekonomian Australia saat ini. Inflasi diperkirakan akan kembali melaju mencapai target 2 persen dalam tahun 2019, tetapi ada kemungkinan akan melambat dalam jangka pendek karena murahnya harga BBM. Di sisi lain, RBA juga mengakui bahwa sektor perumahan tengah dilanda pelemahan dan masih akan terus menurun; khususnya di Sydney dan Melbourne.

RBA masih optimis kalau pengangguran akan terus berkurang dan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai laju 3 persen dalam tahun 2019. Pengangguran yang lebih rendah merupakan prasyarat bagi pertumbuhan gaji yang dibutuhkan agar inflasi mampu mencapai target 2 persen.

Baca Juga:   USD / CHF Naik Ke Tertinggi 9 Bulan Pada Pidato Yellen

Para analis menilai kalau tingginya target-target RBA tersebut justru membuka kemungkinan untuk dipangkasnya suku bunga. Walaupun pemangkasan suku bunga tersebut boleh jadi tak dapat dilakukan dalam waktu dekat, tetapi probabilitas perubahan kebijakan dalam tahun ini masih terbuka lebar.

“(Mereka) teguh mempertahankan skenario pertumbuhan 3 persen dalam tahun 2019…mengindikasikan bahwa halangan untuk memangkas (suku bunga) tak terlalu besar, jika pertumbuhan dan pengangguran gagal memenuhi skenario dasar RBA,” ujar Elsa Lignos dari RBC Capital Markets, “Hambatan pertama bagi RBA adalah data GDP Kuartal IV (yang akan dirilis besok pagi).”

“AUD pada USD0.708 berada dekat level terendah dalam kisaran perdagangannya baru-baru ini dan siap menguji USD0.70 apabila GDP mengecewakan lagi,” kata Annette Beacher dari TD Securities, “Walaupun ada risiko (GDP) lebih rendah dari forecast RBA yang diimplikasikan pada 0.6 persen per kuartal, pemangkasan (suku bunga) pada bulan April atau Mei agaknya tak mungkin dilakukan karena penekanan (RBA dalam pernyataan terbarunya) terletak pada jangka menengah.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply