Dolar Australia Tumbang Ke 0.7075 Setelah Pengumuman RBA

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia merosot lebih dari 0.5 persen ke kisaran 0.7075 terhadap Dolar AS dalam perdagangan sesi Asia hari Selasa ini (2/4). Pengumuman terbaru bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) membangkitkan kembali spekulasi mengenai probabilitas pemangkasan suku bunga dalam tahun ini, sehingga mendorong pelemahan Aussie terhadap sebagian besar mata uang mayor lainnya. Posisi AUD/NZD pada awal sesi Eropa juga menurun sekitar 0.1 persen ke level 1.0440.

Dolar Australia Tumbang Ke 0.7075 Setelah Pengumuman RBA

Dalam rapat kebijakan moneter hari ini, RBA memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tetap pada level 1.5 persen. Alasannya, mereka menilai outlook perekonomian global dianggap masih baik meski terjadi perlambatan. Keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi 22 ekonom yang disurvei oleh Reuters sebelumnya.

Gubernur RBA Philip Lowe mengatakan, “Rendahnya tingkat suku bunga terus mendukung perekonomian Australia. Diekspektasikan (akan ada) kemajuan selanjutnya dalam upaya mengurangi pengangguran dan mengembalikan laju inflasi sesuai target, meskipun kemajuan ini kemungkinan akan terjadi bertahap.”

Lowe menyampaikan pula bahwa perlambatan Gross Domestic Product
(GDP) Australia baru-baru ini menggambarkan kondisi ekonomi yang lebih lemah, tetapi data sektor ketenagakerjaan tetap solid. Terlepas dari itu, ia tak menghapus prospek pemangkasan suku bunga yang sempat dimunculkan dalam pernyataan pasca rapat RBA bulan Februari lalu.

Baca Juga:   Dolar Aussie Dan Selandia Baru Turun Terhadap Mitra AS

Data Bloomberg terbaru menunjukkan bahwa pelaku pasar memperkirakan ada 75 persen kemungkinan akan terjadinya pemangkasan suku bunga oleh RBA pada akhir tahun 2019. Sebelum momen tersebut, RBA boleh jadi akan terus mempertahankan tingkat suku bunga saat ini.

Pimpinan ekonom ING Asia-Pasifik, Robert Carnell, mengatakan, “Termoderasinya penurunan harga perumahan kemarin, dan perbaikan sentimen bisnis, bersama dengan outlook yang lebih positif dari China, berarti bahwa kita masih memandang ‘(suku bunga) tetap dalam waktu dekat’ merupakan hasil yang paling mungkin terjadi.”

Selain bank sentral Australia, sejumlah bank sentral mayor lain juga telah menyampaikan probabilitas pelonggaran moneter dalam tahun ini. Pekan lalu, pernyataan dovish bank sentral New Zealand telah mengakibatkan kemerosotan drastis pada Aussie dan Kiwi dikarenakan outlook ekonomi kedua negara yang sama-sama punya eksposur besar pada sektor ekspor.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply