Dolar Australia Tumbang Pasca Rilis Data GDP Kuartal III/2018

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia merosot sekitar 0.65 persen ke kisaran 0.7295 pada perdagangan sesi Asia hari Rabu ini (5/Desember), setelah data Gross Domestic Product (GDP) kuartal III/2018 dilaporkan lebih rendah dari ekspektasi awal. Aussie juga menurun 0.45 persen ke level 1.0541 terhadap Dolar New Zealand, karena data tersebut menghapus kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Dolar Australia Tumbang Pasca Rilis Data GDP

Menurut badan statistik Australia, pertumbuhan GDP dalam kuartal ketiga tahun ini hanya mencapai 0.3 persen (quarter-over-quarter). Meskipun tidak negatif, tetapi angka tersebut jauh lebih lambat ketimbang pertumbuhan 0.9 persen yang dialami pada kuartal sebelumnya, dan meleset dari ekspektasi para ekonom yang mengharapkan pertumbuhan 0.6 persen.

Perlambatan pertumbuhan kuartal tiga berimbas pada merosotnya laju GDP tahunan dari 3.4 persen menhadi 2.8 persen saja, lebih rendah dari estimasi awal yang dipatok pada 3.3 persen. Padahal, bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) sebelumnya memprediksi kalau pertumbuhan negeri akan mencapai sekitar 3.5 persen pada tahun 2018 dan 2019.

“Forecast RBA sekarang kelihatannya terlalu optimistis,” ujar Tom Kennedy, ekonom senior JPMorgan, pada Reuters, “Anda menyaksikan belanja konsumen mundur sedikit… Tak ada cukup dana bagi konsumen untuk berbelanja sesuka mereka. Pertumbuhan gaji rendah dan tingkat tabungan rumah tangga juga cukup lemah. Anda tumpukkan (data) itu dengan fakta bahwa perumahan melambat, yang artinya peningkatan kesejahteraan…tak lagi mendorong kenaikan konsumsi.”

Baca Juga:   Saham EXCL JUMAT 27/04/2018 ( BERITA SAHAM )

Awal pekan ini, RBA memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pada level 1.5 persen, dengan alasan bahwa walaupun perekonomian mengalami hambatan, tapi pertumbuhan diekspektasikan tetap stabil dan mencapai level 3.5 persen. Dengan melesetnya prediksi tersebut, maka hilanglah peluang kenaikan suku bunga. Sebaliknya, apabila GDP terus menerus mencatat angka di bawah estimasi, maka pasar perlu mulai memperhitungkan kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh RBA.

Kabar tersebut mengakibatkan kemerosotan tajam pada nilai Dolar Australia, khususnya karena awal pekan ini telah meroket hingga level tertinggi enam bulan lantaran peningkatan minat risiko pasar semata. Peningkatan minat risiko yang berhubungan dengan “gencatan senjata” dalam perang dagang AS-China tersebut tidak bisa menjadi landasan yang cukup kuat bagi Aussie, karena pada kenyataannya, rekonsiliasi resmi antara AS-China masih jauh dari terwujud.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply