Dolar Capai Tertinggi Dua Pekan Di Tengah Minimnya Volatilitas

Bonus Welcome Deposit FBS

Kemarin, Indeks Dolar AS (DXY) berhasil mencapai level tertinggi dua pekan pada 97.49 dengan bantuan data penjualan eceran Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi. Pada awal sesi Asia hari ini (19/4), DXY sedikit melandai, tetapi masih berada pada kisaran 97.40-an. Posisi Greenback relatif stabil terhadap berbagai mata uang mayor di tengah sepinya perdagangan sehubungan dengan libur Jumat Agung.

Dolar Capai Tertinggi Dua Pekan Di Tengah Minimnya Volatilitas

Pada hari Kamis, data penjualan eceran Amerika Serikat dilaporkan meningkat 1.6 persen (Month-over-Month) sepanjang bulan Maret 2019. Core Retail Sales juga berhasil meroket 1.2 persen (Month-over-Month), setelah sempat mencatat -0.2 persen pada bulan Februari. Ini merupakan angka-angka terbaik dalam lebih dari satu tahun terakhir. Penggerak utamanya antara lain kenaikan pembelian kendaraan bermotor dan sejumlah barang tahan lama lainnya.

Dolar AS sempat melemah sejenak setelah rilis indeks manufaktur Philadelphia yang amat mengecewakan, tetapi pelaku pasar masih lebih memilih Greenback dibandingkan Euro yang lagi-lagi dikabarkan menderita resesi industri. Selain karena data penjualan ritel AS yang cukup baik, total klaim pengangguran pun berkurang drastis hingga mencapai level terendahnya dalam nyaris 50 tahun terakhir.

Baca Juga:   Harga Emas Naik Sebelum Pembicaraan Perdagangan AS - China

“Di samping perbaikan data China baru-baru ini, angka penjualan eceran Amerika Serikat membantu memangkas kekhawatiran investor mengenai perekonomian global. Namun, saat ini perdagangan cukup sepi karena libur Jumat Agung,” kata Masahiro Ichikawa, pakar strategi senior di Sumitomo Mitsui DS Asset Management, kepada Reuters.

Dibandingkan dengan situasi AS, kondisi ekonomi Zona Euro jauh lebih tertekan. Sektor manufaktur Jerman mengalami kemunduran untuk bulan keempat beruntun, sementara kokohnya pertumbuhan sektor jasa di berbagai wilayah mulai ikut surut. Sejumlah negara lain di kawasan itu juga disinyalir masih kesulitan untuk pulih kembali dari ancaman resesi tahun lalu.

Sementara itu, mayoritas investor dan trader agaknya sudah tutup buku menjelang liburan hari ini, sehingga berbagai headline yang biasanya menjadi bahan perbincangan justru diabaikan. Diantaranya rilis hasil penyidikan Robert Mueller mengenai keterlibatan Rusia dalam pemilu AS serta publikasi data inflasi Jepang pagi ini. Nanti malam, publikasi data Building Permits dan Housing Starts di AS juga kemungkinan tidak berdampak besar karena sebab yang sama.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply