Dolar Kanada Jatuh Seiring Rontoknya Harga Minyak Mentah

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang USD/CAD kembali mendaki ke level 1.3345 dalam perdagangan hari ini (20/8), walaupun data penjualan manufaktur Kanada mencetak prestasi mengungguli estimasi awal. Depresiasi Loonie dilatarbelakangi oleh kemerosotan harga minyak mentah dunia serta memburuknya sentimen pasar. Sebagai salah satu mata uang komoditas, Dolar Kanada menghadapi outlook lebih buruk di tengah perang dagang AS-China yang berkepanjangan.

Dolar Kanada Jatuh Seiring Rontoknya Harga Minyak Mentah

Menurut Badan Statistik Kanada, penjualan manufaktur dalam bulan Juni mencatat pertumbuhan -1.2 persen (Month-over-Month). Pencapaian ini lebih rendah dibandingkan kenaikan 1.6 persen pada periode sebelumnya, tetapi tak seburuk estimasi yang dipatok pada -1.8 persen. Data tak termasuk salah satu bahan pertimbangan utama dalam penyusunan kebijakan bank sentral Kanada (BoC), sehingga tak terlampau dipedulikan oleh pelaku pasar.

Sementara itu, harga minyak mentah ambruk lagi menjelang rilis data inventori minyak Amerika Serikat esok hari. Minyak mentah tipe West Texas Intermediate (WTI) mengalami kemerosotan hingga 0.7 persen ke kisaran USD55.78 per barel, sedangkan Brent anjlok sekitar 0.6 persen ke kisaran USD59.48 per barel. Padahal, kedua harga minyak acuan tersebut sempat menguat pada awal pekan, sehubungan dengan ricuhnya kawasan Timur Tengah.

Baca Juga:   Euro Tergelincir Terhadap Dolar Sepertinya Yunani Kekhawatiran Bertahan

Baru-baru ini, Sekertaris Negara AS Mike Pompeo mengatakan bahwa Amerika Serikat telah menghapus sekitar 2.7 juta barel minyak dari Iran di pasar global. OPEC bersama Rusia dan sejumlah negara produsen minyak lain juga telah menjalankan pemangkasan output hingga 1.2 juta barel per hari sejak tanggal 1 Januari 2019. Namun, harga minyak terus menerus melemah dan inventori tak menampakkan tanda-tanda penurunan signifikan. Perlambatan ekonomi global yang diakibatkan oleh perang dagang AS-China, disinyalir telah memangkas permintaan terhadap migas dan komoditi lainnya.

Bagi negara yang berbasis ekspor seperti Kanada, situasi ini menghadirkan tantangan ekonomi baru. Apabila permintaan global atas komoditi ekspornya terus berkurang, maka dampaknya dapat memicu kontraksi di dalam negeri, khususnya provinsi-provinsi yang perekonomiannya didominasi industri migas. Untungnya, bank sentral Kanada termasuk segelintir bank sentral dunia yang memiliki probabilitas rendah untuk melakukan pemangkasan suku bunga ataupun pelonggaran moneter lain dalam waktu dekat. Divergensi arah kebijakan ini kemungkinan akan membatasi reli USD/CAD, terutama jika Federal Reserve melakukan pemangkasan suku bunga lagi.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply