CAD Lanjutkan Reli Berkat Kenaikan Harga Minyak dan Minat Risiko

Bonus Welcome Deposit FBS

Loonie menguat kembali terhadap Greenback pada perdagangan hari Rabu ini (13/2), meskipun tak ada jadwal rilis data ekonomi penting dari Kanada. Pasangan mata uang USD/CAD ditekan oleh kenaikan harga minyak serta kenaikan minat risiko pasar selama dua hari beruntun. Saat berita ditulis, USD/CAD sudah mengalami rejection dari level psikologis 1.3200 dalam perdagangan intraday, tetapi masih bergerak di kisaran 1.3232.

Dolar Kanada Lanjutkan Reli Berkat Kenaikan Harga Minyak

Sejak hari Selasa, minat risiko menanjak di pasar keuangan global karena berkurangnya ancaman US Government Shutdown susulan serta meredanya konflik perdagangan AS-China. Berita terbaru tentang negosiasi AS-China menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump bersedia menunda batas waktu akhir perundingan kedua negara.

Katanya, “Jika kita sudah dekat dengan suatu persetujuan yang menurut kami bisa jadi kesepakatan sesungguhnya dan itu akan terealisasi, saya bisa membiarkannya mundur sedikit”. Lanjutnya, “Tapi pada dasarnya saya tak ingin (menunda kenaikan tarif impor AS atas produk China).”

Trump tak mengungkapkan batas waktu yang sedianya ditetapkan pada tanggal 1 Maret itu akan digeser kemana, serta menolak saran agar dirinya bertemu kembali dengan Presiden China Xi Jinping dalam waktu dekat. Akan tetapi, minat risiko pasar meningkat karena penegasan kembali komitmen Trump untuk menyelesaikan konflik serta kemungkinan akan ditundanya kenaikan tarif impor atas produk-produk China.

Baca Juga:   GBP / USD Masih Dekat Tertinggi 1-1/2 Minggu Data Di Inggris

“Ini nampaknya seperti langkah ‘risk-on‘,” kata Bipan Rai dari CIBC Capital Markets kepada Reuters, “Kita menyaksikan banyak mata uang yang memanfaatkan (situasi ini) dan Loonie ikut menunggangginya.”

Di sisi lain, kenaikan harga minyak lantaran kebijakan terbaru Arab Saudi, juga menyediakan dukungan tambahan bagi Loonie. Harga minyak mentah tipe WTI naik lagi setinggi 1 persen ke kisaran USD53.70 pada perdagangan hari ini, sementara Brent meroket sekitar 1.30 persen ke kisaran USD63.36 per barel.

Sebagaimana diketahui, Kanada memiliki defisit neraca transaksi berjalan yang cukup tinggi. Untuk mengimbanginya, mereka mengandalkan ekspor berbagai komoditas, terutama minyak bumi. Industri migas juga menjadi kunci pertumbuhan ekonomi dan penyedia mata pencaharian utama di sejumlah provinsi penting. Oleh karena itu, mata uang Dolar Kanada cukup sensitif menanggapi perubahan harga aset energi vital tersebut.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply