Dolar Kanada Melemah Seiring Penurunan Harga Minyak

Bonus Welcome Deposit FBS

Menjelang pembukaan sesi New York hari Kamis ini (15/November), Dolar Kanada masih terdampar di level paling lemah terhadap Dolar AS dalam empat bulan terakhir. Pasangan mata uang USD/CAD menurun 0.10 persen ke kisaran 1.3227, tetapi masih dibebani oleh kemerosotan harga minyak yang telah mengakibatkannya melesat ke kisaran 1.3263 pada perdagangan hari Rabu lalu.

Dolar Kanada Melemah Seiring Penurunan Harga Minyak

Kemarin, harga minyak mentah (Crude Oil) yang merupakan komoditas ekspor utama dan salah satu sumber pendapatan terbesar Kanada, anjlok ke level terendah sejak bulan Maret. Harga minyak mentah tipe Brent jatuh ke kisaran USD66.70 per barel, sementara WTI tumbang ke sekitar level USD55.00 per barel. Fluktuasi kedua harga minyak acuan tersebut mulai stabil dalam perdagangan hari ini, sehingga Dolar Kanada menanjak tipis, tetapi belum mampu keluar dari rekor terendah.

“(Harga) minyak telah stabil, tetapi ada sejumlah kekhawatiran lain di luar sana,” ujar Eric Theoret, seorang pakar strategi di Scotiabank, pada media The Globe and Mail, “(Situasi) saat ini benar-benar bukan sebuah kondisi dimana Anda (bisa) mengekspektasikan Dolar Kanada untuk berkinerja baik.”

Baca Juga:   Aussie Jatuh Untuk Hari Ketiga VS Dollar Pada Spekulasi Fed Taper

Selain berstatus sebagai salah satu negara yang mengandalkan ekspor komoditas, Kanada juga menanggung defisit Current Account. Akibatnya, perekonomian Kanada bisa terhambat jika arus perdagangan atau permodalan dunia melambat. Apalagi, baru-baru ini bank sentral Kanada (Bank of Canada/BoC) mengungkapkan bahwa risiko atas sistem keuangan Kanada telah meningkat tipis dalam enam bulan terakhir, sebagiannya dikarenakan kekhawatiran mengenai outlook ekonomi global.

Di sisi lain, Dolar AS melanjutkan penguatannya terhadap sebagian mata uang mayor, dikarenakan peningkatan permintaan atas aset Safe Haven yang dipicu oleh kekhawatiran yang sama. Indeks Dolar AS (DXY) menanjak 0.20 persen ke level 97.18 hari ini, di tengah keresahan soal kelanjutan negosiasi Brexit antara Inggris dan Uni Eropa, serta minimnya probabilitas perdamaian antara AS dan China terkait konflik perdagangan kedua negara. Media Bloomberg mengabarkan bahwa pemerintah China telah menyusun sejumlah konsesi menjelang pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akhir bulan ini, tetapi sejumlah analis menilai pasal-pasal yang dimuat di dalamnya takkan memuaskan Washington.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply