Dolar Kanada Menguat Berkat Tingginya Harga Komoditas dan GDP

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang USD/CAD akhirnya anjlok, setelah reli nonstop dalam sepekan terakhir, khususnya seusai bank sentral AS menaikkan suku bunganya. Pada awal sesi New York hari Jumat ini (28/September), pasangan ini telah turun 0.50 persen ke kisaran 1.2980 karena Dolar Kanada menguat dengan dukungan kenaikan harga-harga komoditas dan penguatan Gross Domestic Product (GDP) Kanada, walaupun ada risiko dari renegosiasi NAFTA dengan Amerika Serikat yang nyaris melanggar deadline.

Dolar Kanada Menguat Berkat Tingginya Harga Komoditas dan GDP

Harga-harga komoditas global tercatat menguat pesat dalam beberapa hari belakangan. Harga minyak mentah Brent telah kembali ke level tertinggi sejak November 2014 di atas ambang 80 Dolar AS per barel. Bagi Kanada, minyak merupakan komoditas ekspor utama.

Malam ini, badan statistik Kanada mengumumkan bahwa GDP bulan Juli meningkat 0.2 persen dalam sebulan. Pertumbuhan tersebut lebih baik ketimbang 0 persen di periode sebelumnya, maupun angka 0.1 persen yang diekspektasikan oleh konsensus ekonom.

Dengan demikian, data-data itu mengonfirmasi optimisme pimpinan bank sentral Kanada, Stephen Poloz, yang diungkapkannya baru-baru ini. Katanya, bank sentral akan terus menaikkan suku bunga secara bertahap, sejalan dengan data-data ekonomi ke depan dan panduan informasi kebijakan lainnya. Reaksi pasar menyusul pidato Poloz cenderung minim, tetapi Bank of Canada masih diekspektasikan akan menaikkan suku bunga akhir tahun ini. Ekspektasi kenaikan suku bunga tersebut menyangga nilai tukar Dolar Kanada di tengah ketidakpastian renegosiasi North America Free Trade Area (NAFTA).

Baca Juga:   NZD / USD Menyentuh Posisi Terendah 2 Bulan Setelah Data Pekerjaan N.Z.

Renegosiasi NAFTA antara AS dan Kanada berlangsung alot. Belum nampak ada tanda-tanda akan tercapainya suatu kesepakatan tertentu, meskipun sudah mendekati deadline 1 Oktober yang ditentukan oleh Presiden Donald Trump. Kemarin, perwakilan perdagangan AS, Robert Lighthizer, mengungkapkan bahwa kesepakatan dagang dengan anggota NAFTA lainnya, Meksiko, sudah selesai dan siap diumumkan dalam waktu dekat. Namun, kesepakatan dengan Kanada akan menyusul di lain hari.

Perjanjian perdagangan dengan Amerika Serikat merupakan suatu titik krusial bagi Kanada, karena negeri jiran itu merupakan mitra dagang utamanya, khususnya dalam hal migas. Akan tetapi, hubungan Perdana Menteri Justin Trudeau dan Presiden Donald Trump dikenal tak akur dan telah beberapa kali batal melakukan perjumpaan resmi dikarenakan perselisihan pendapat mengenai banyak hal.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply