Dolar Kanada Meroket Pasca Rilis Data Penjualan Manufaktur

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Kanada mendadak melejit setelah data Penjualan Manufaktur (Manufacturing Sales) dilaporkan jauh melampaui estimasi awal. Pasangan mata uang USD/CAD langsung anjlok 0.30 persen ke 1.3000 dalam tempo kurang dari setengah jam seusai rilis data tersebut di awal perdagangan sesi New York. Akan tetapi, Loonie masih terancam oleh ketidakpastian terkait renegosiasi North America Free Trade Area (NAFTA) dan eskalasi konflik dagang Amerika Serikat-Tiongkok.

Dolar Kanada Meroket Pasca Rilis Data Penjualan Manufaktur

Badan Statistik Kanada mengumumkan bahwa Penjualan Manufaktur meningkat 0.9 persen dalam bulan Juli. Angka tersebut mengungguli estimasi awal yang dipatok pada laju 0.6 persen saja, walaupun lebih rendah dibanding kenaikan 1.3 persen yang tercapai pada bulan Juni. Data-data ini mengindikasikan bahwa industri Kanada masih tangguh di tengah berbagai krisis perdagangan yang tengah melanda dunia.

Sementara itu, tim renegosiasi NAFTA dari Kanada dan Amerika Serikat masih terus bersilang lidah, dan pelaku pasar mulai khawatir kalau-kalau kesepakatan NAFTA baru takkan tercapai. NAFTA merupakan perjanjian perdagangan antara tiga negara di kawasan Amerika Utara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Sebelumnya telah dilaporkan bahwa Meksiko dan AS berhasil mencapai kesepakatan. Namun, belum ada berita serupa dari meja diskusi AS dan Kanada.

Baca Juga:   Outlook Mingguan EUR / USD : 4 - 08 Agustus 2014

Bahkan, sejak bulan Agustus, belum ada pertemuan sama sekali antara ketiga kubu. Pekan lalu, seorang negosiator senior Meksiko juga mengungkapkan bahwa mereka memang mengharapkan adanya kesepakatan antara ketiga pihak terkait, tetapi mereka juga siap jika harus maju dalam diskusi dua arah dan mencapai perjanjian bilateral dengan Amerika Serikat saja.

Masalah-masalah krusial dalam pasal-pasal NAFTA antara AS dan Kanada bersumber dari fakta bahwa kedua belah pihak sama-sama menjalankan praktek proteksionis pada industri domestik tertentu. Beberapa waktu lalu, Ottawa telah bersedia memberikan konsesi dengan membuka akses ke sektor Dairy-nya bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat. Namun, agaknya AS ingin menuntut konsesi lebih banyak.

Di sisi lain, ketegangan antara AS dan Tiongkok kembali memuncak hari ini, karena Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mulai menerapkan tarif impor baru sebesar 10 persen terhadap USD200 Miliar produk Tiongkok mulai 24 September mendatang. Untungnya, meski Beijing menyatakan akan membalas, tetapi belum diumumkan rincian tindakan yang bakal diambil. Pelaku pasar masih memantau perkembangan situasi ini, yang meski tak melibatkan Kanada secara langsung, tetapi bisa berpengaruh pada permintaan minyak mentah yang menjadi komoditas ekspor utama Kanada.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply