Dolar Kanada Tumbang Setelah Trump Mengecam OPEC

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang USD/CAD melonjak sekitar 0.30 persen ke level 1.3228 pada awal sesi New York hari Selasa ini (26/2), melanjutkan kenaikan yang dialami pada hari perdagangan sebelumnya. Kemerosotan Dolar Kanada ini terjadi menyusul tumbangnya harga minyak mentah setelah Presiden AS Donald Trump mengkritik OPEC pada hari Senin.

Dolar Kanada Tumbang Setelah Trump Mengecam OPEC

Presiden AS Donald Trump dikenal sebagai sosok yang sering mengkritik kebijakan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Kemarin, Trump kembali menegur OPEC dengan mengatakan bahwa mereka harus melonggarkan kuota produksi minyaknya, karena harga minyak sudah terlalu tinggi.

Komentar tersebut langsung menghantam harga minyak mentah yang merupakan komoditas ekspor utama Kanada. Secara khusus, harga minyak mentah berjangka AS anjlok sekitar 3 persen ke kisaran USD55.48 per barel dalam hari yang sama. Padahal, harga kontrak tersebut sering menjadi acuan tarif minyak yang diekspor Kanada ke Amerika Serikat.

Walaupun harga minyak telah mengalami kenaikan tipis pada perdagangan hari ini, tetapi terdapat sejumlah ketidakpastian lain yang membebani Dolar Kanada. Pasalnya, data-data ekonomi Kanada belakangan ini kurang memuaskan. Dalam rapat kebijakan terakhirnya, bank sentral Kanada (Bank of Canada/BoC) juga telah memutuskan untuk membiarkan suku bunga tetap pada level 1.75 persen lantaran eskalasi ketidakpastian ekonomi internal dan eksternal.

Baca Juga:   Outlook Mingguan USD / JPY : 16 - 20 Juni 2014

Laporan laba korporasi Kanada yang dirilis malam ini menunjukkan penurunan sebesar 3.9 persen (Quarter-over-Quarter), sehingga efektif menghapus kenaikan 3.9 persen pada periode sebelumnya. Sementara itu, data inflasi dijadwalkan rilis pada hari Rabu dan Produk Domestik Bruto (PDB) Kanada akan dipublikasikan pada hari Jumat.

Secara umum, pelaku pasar khawatir kalau data-data tersebut bakal meleset dari ekspektasi dan inflasi tahunan melambat hingga makin jauh dari target 2 persen yang dipatok oleh bank sentral. Apabila hal itu terjadi, maka data mengonfirmasi batalnya rencana kenaikan suku bunga Kanada serta melemahnya kondisi ekonomi dalam tahun ini. Sebagaimana diungkapkan oleh Darren Richardson, COO dari Richardson International Currency Exchange Inc, kepada Reuters bahwa Dolar Kanada terkoreksi karena penurunan harga minyak serta “keinginan trader untuk melindungi posisi” menjelang rilis data inflasi.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply