Dolar Komoditas Diguncang Rumor Eskalasi Sanksi AS Terhadap Iran

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang USD/CAD merosot lebih dari 0.2 persen ke kisaran 1.3360 pada pertengahan sesi Eropa hari Senin ini (22/4), meskipun banyak bursa keuangan global yang masih libur Paskah. Pergolakan tersebut dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah lantaran beredarnya kabar mengenai rencana peningkatan sanksi Amerika Serikat atas Iran. Namun, kabar yang sama justru mengakibatkan Aussie dan Kiwi tumbang. Saat berita ditulis, AUD/USD telah menurun 0.23 persen ke level 0.7135, sedangkan NZD/USD melemah 0.18 persen ke level 0.678.

Dolar Komoditas Diguncang Rumor Eskalasi Sanksi AS Terhadap Iran

Tahun lalu, Amerika Serikat menerapkan kembali sanksi atas Iran dengan tuduhan bahwa mereka tak benar-benar mengakhiri program senjata nuklirnya. Berdasarkan sanksi tersebut, Washington menghimbau semua entitas di dunia untuk tidak membeli minyak Iran jika tak ingin kena sanksi juga. Namun, pada saat itu, AS memberikan pengecualian kepada delapan negara yang memungkinkan mereka untuk membeli minyak Iran secara terbatas selama enam bulan. Kedelapan negara itu adalah China, India, Jepang, Korea Selatan, Italia, Yunani, Turki, dan Taiwan.

Baca Juga:   Saham EKAD JUMAT 18/05/2018 ( BERITA SAHAM )

Tadi pagi, The Washington Post melaporkan bahwa AS tidak akan memperbarui ijinnya bagi kedelapan pembeli minyak Iran tersebut. Padahal, suplai minyak global saat ini sudah sangat ketat, disebabkan oleh penerapan kuota produksi oleh OPEC, krisis ekonomi Venezuela, serta konflik bersenjata di Libya. Akibatnya, harga minyak mentah melonjak hingga nyaris 3 persen dalam perdagangan hari ini.

Minyak mentah tipe WTI telah mencapai level USD65.40 per barel, tepat pada level tertinggi enam bulan. Sementar itu, Brent Crude sudah menyentuh kisaran USD74.00 per barel. Sebagai mata uang salah satu negara eksportir utama minyak dan supplier kebutuhan energi AS, Dolar Kanada diuntungkan oleh lonjakan harga kali ini.

Meski demikian, apabila AS benar-benar mempertegas sikapnya, maka dapat membuka potensi konflik baru dengan beberapa negara Asia, khususnya China, Jepang, dan Korea Selatan yang selama ini memanfaatkan harga minyak yang lebih murah dari Iran. India juga berpotensi protes karena defisit perdagangannya bisa membengkak jika dilarang membeli minyak Iran lagi.

Baca Juga:   Dolar Didukung Dalam Perdagangan Yang Beresiko

Kekhawatiran pasar meningkat selaras dengan mengemukanya berbagai ketidakpastian tersebut, sehingga Dolar Australia dan Dolar New Zealand melemah. Sebagaimana diketahui, keduanya memiliki kaitan ekonomi erat dengan pasar Asia dan cukup rentan terhadap perubahan minat risiko global.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply