Dolar Lesu Di Tengah Hari Duka Nasional AS

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS bergerak nyaris flat di kisaran 97.00 pada perdagangan sesi Asia dan Eropa hari Rabu ini (5/Desember). Pasar Amerika akan tutup hari ini sehubungan dengan libur nasional dalam rangka duka karena meninggalnya Presiden George HW Bush, sementara pelaku pasar finansial memperhitungkan ulang risiko perang dagang AS-China.

Dolar AS Lesu

Bursa Wall Street loyo pada hari Selasa, setelah serangkaian cuitan Presiden AS Donald Trump di akun Twitternya memunculkan keraguan mengenai prospek tercapainya rekonsiliasi perdagangan antara AS dan China. Selain mengklaim beberapa poin konsesi yang tidak diakui oleh China, Trump juga mengancam akan menerapkan tarif impor lebih tinggi dalam waktu dekat jika mereka tak segera berkompromi.

Di sisi lain, sentimen pasar juga dibebani oleh kondisi pasar obligasi AS yang mensinyalkan akan terjadinya resesi. Diketahui bahwa selisih antara yield obligasi 10-tahunan dan 2-tahunan menyempit ke celah terkecil sejak Juli 2007. Padahal, ada anggapan di kalangan investor dan trader bahwa jika angkanya menjadi negatif maka bisa menjadi prediktor bagi resesi di AS.

Baca Juga:   Minyak Tahan Kerugian Di Bawah $ 67 Karena Investor Global Menghindari Aset Berisiko

“Penurunan pasar di AS secara mendadak dan menipisnya kurva yield (obligasi pemerintah) merefleksikan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi beralih menjadi kekhawatiran utama bagi investor, walaupun data Manufaktur ISM terbaru tetap bagus,” jelas Tai Hui, pakar strategi pasar di JPMorgan Asset Management, pada Reuters.

Selain masalah pertumbuhan ekonomi, faktor lain yang mendorong penurunan yield adalah komentar dari pimpinan Federal Reserve, Jerome Powell, bahwa suku bunga acuan sudah “tepat di bawah” suku bunga netral. Komentar tersebut berimbas pada diragukannya rencana kenaikan suku bunga Fed pada tahun 2019, meskipun konsensus masih yakin kalau kenaikan suku bunga bulan Desember ini akan terjadi sesuai ekspektasi.

Berbagai dilema ini membuat Dolar AS menunjukkan performa beragam. Greenback masih unggul versus Yen dan Aussie, tetapi melorot terhadap Pounds dan flat versus Euro. Saat berita ditulis, EUR/USD stagnan di kisaran 1.1335, GBP/USD meningkat 0.20 persen ke level 1.2739. Sementara itu, USD/JPY naik 0.22 persen ke level 113.00; dan AUD/USD anjlok 0.70 persen ke 0.7288 pasca rilis data GDP Australia yang amat mengecewakan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply