Dolar Melemah, Sentimen Risiko dan PMI Non-Manufaktur Goyah

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) terkoreksi hingga 0.1 persen ke kisaran 96.65 hari ini (3/7), seiring dengan memudarnya optimisme terkait gencatan perang dagang AS-China yang tercapai pada forum G20 akhir pekan lalu. Rilis data sektor non-manufaktur AS yang lebih buruk pada sesi New York juga makin menekan Greenback versus sebagian besar mata uang mayor lainnya. Diantara delapan pair mayor, Dolar AS hanya unggul versus Poundsterling yang sedang dibelit masalah politik dan ekonomi berkepanjangan.

Dolar Melemah Data Ekonomi AS Goyah

Kemarin, pidato Gubernur BoE Mark Carney memperjelas bahaya perang dagang dan No-Deal Brexit bagi perekonomian Inggris. Pernyataan Carney mendorong kejatuhan minat risiko pasar, sehingga mata uang safe haven seperti Yen Jepang kembali naik pamor. Yield obligasi dunia merosot. Pasangan mata uang USD/JPY pun ikut terimbas, sehingga mencatat kemerosotan dua hari hingga jatuh ke kisaran 107.70 saat berita ditulis.

“Dolar jatuh ke bawah 108.00 Yen lagi karena komentar dovish Gubernur BoE Carney yang menekan yield obligasi global,” kata Shinichiro Kadota, pakar strategi senior dari Barclays Tokyo. Lanjutnya, “Yield (obligasi) turun karena BoE, hingga saat ini, dipandang sebagai satu-satunya bank sentral yang tak dovish seperti lainnya.”

Baca Juga:   Harga Emas Tergelincir Karena Investor Menunggu FED

Antusiasme pasar menanggapi dimulainya kembali negosiasi dagang AS-China sempat mendorong Dolar AS mendaki ke puncak tertinggi sepekan pada akhir minggu lalu. Namun, optimisme itu juga terkikis oleh mengemukanya lagi konflik dagang AS-Uni Eropa. Washington mengancam akan menerapkan tarif impor terhadap USD4 Miliar barang tambahan asal Uni Eropa lantaran sengketa masalah subsidi pesawat yang telah lama diperdebatkan.

Data Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk sektor non-manufaktur AS periode Juni 2019 semakin menekan outlook jangka pendek Greenback. Pasalnya, ISM melaporkan bahwa skornya jatuh dari 56.9 menjadi 55.1. Angka itu lebih rendah dibandingkan ekspektasi yang dipatok pada 56.1, sekaligus menjadi rekor terburuk sejak bulan Agustus 2017. Tiga dari empat komponen yang disurvey mengalami penurunan, dengan ketenagakerjaan mencetak rekor kemerosotan paling besar dalam 16 bulan.

Secara keseluruhan, sektor non-manufaktur AS masih ekspansif, tetapi ada ketidakpastian yang cukup besar karena aneka konflik dagang global. Laporan ini dikhawatirkan memberikan argumen tambahan bagi Federal Reserve untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply