Dolar Mengupas Keuntungan Terhadap Yen

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar mengupas keuntungan terhadap yen pada Senin, mundur puncak lebih dari tujuh tahun hit di bangun dari AS yang kuat nonfarm payrolls laporan hari Jumat untuk November.

USD / JPY turun 0,52% menjadi 120,84, dari tertinggi semalam 121,85, level terkuat sejak 22 Juli 2007. Greenback menguat setelah data pada hari Jumat menunjukkan bahwa ekonomi AS menambahkan 321.000 pekerjaan pada bulan November, jauh lebih besar dari perkiraan 225.000 oleh para ekonom dan peningkatan bulanan terbesar dalam hampir tiga tahun.

Data yang kuat mendorong investor untuk membawa ke depan harapan untuk kenaikan pertama dalam suku bunga AS sampai pertengahan 2015 dari September 2015 sebelum laporan.

Di Jepang, data pada hari Senin menunjukkan bahwa kontraksi ekonomi pada kuartal ketiga lebih dari yang diperkirakan. Data revisi menunjukkan bahwa produk domestik bruto Jepang mengalami kontraksi oleh tahunan 1,9%, lebih dari perkiraan awal penurunan 1,6%.

Pada basis kuartal ke kuartal ekonomi kontraksi 0,5% dalam tiga bulan hingga September, dibandingkan dengan perkiraan awal 0,4% kontraksi.

Baca Juga:   EUR / USD Menyentuh Posisi Terendah 4 Bulan Pada Suku Bunga ECB, Pernyataan Draghi

Laporan lain menunjukkan bahwa ekspor China naik hanya 4,7% pada November dari tahun sebelumnya, kurang digelar diharapkan meningkat 7,9%, sedangkan impor turun 6,7% secara tshun ke tahun.

Data yang lemah menambah kekhawatiran atas perlambatan ekonomi terbesar kedua di dunia. Dolar juga dipangkas keuntungan terhadap euro, dengan EUR / USD pada 1,2283, dari posisi terendah lebih dari dua tahun dari 1,2248 melanda pada awal sesi.

Mata uang tunggal melemah sebelumnya hari Senin setelah anggota Dewan Pemerintahan Bank Sentral Eropa Ewald Nowotny memperingatkan bahwa ekonomi zona euro mengalami “pelemahan besar-besaran”.

Dia menambahkan bahwa ada “kemungkinan besar” bahwa inflasi zona euro akan melambat lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang, menunjukkan bahwa penuh sesak nafas pelonggaran kuantitatif mungkin diperlukan.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, merosot 0,10% menjadi 89,29 setelah mencapai puncak 89,57 pada hari sebelumnya, terbesar sejak Maret 2009.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply