Dolar Meroket Karena GDP AS Kuartal II/2018 Tetap Tinggi

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar AS melesat kuat versus mata uang-mata uang mayor pada perdagangan sesi New York kemarin (27/September), setelah data GDP AS versi final untuk kuartal II/2018 dilaporkan tetap tinggi. Indeks Dolar AS melanjutkan reli hingga perdagangan hari Jumat ini (28/September), ditunjang oleh perkiraan bahwa Federal Reserve akan terus melanjutkan kenaikan suku bunga tahun depan.

Menjelang akhir sesi Eropa, Indeks Dolar AS telah naik 0.32 persen dalam perdagangan intraday hingga kisaran 95.30. Sementara itu, pasangan EUR/USD merosot 0.50 persen ke kisaran 1.1581, GBP/USD menurun 0.21 persen ke 1.3050, dan USD/JPY kembali menduduki level tertinggi sejak Desember 2017.

Dolar Meroket Karena GDP AS

Laporan Gross Domestik Product (GDP) Amerika Serikat kuartal kedua tahun 2018 versi final yang dirilis malam ini (27/September) menunjukkan performa tetap tumbuh dengan laju tertinggi dalam nyaris empat tahun terakhir, sesuai dengan estimasi sebelumnya. Dalam basis kuartalan (QoQ), GDP negeri Paman Sam naik 4.2 persen pada periode April-Juni 2018. Sementara dalam basis tahunan, terdapat kenaikan 2.9 persen; jauh lebih tinggi dari 2.6 persen yang tercapai pada kuartal pertama. Dengan demikian, perekonomian AS makin mendekati target pertumbuhan ekonomi tahunan yang diinginkan Presiden Donald Trump pada level 3 persen.

Baca Juga:   Pemogokan Inggris Memukul Pummels Pound, Mata Uang Lainnya Tetap Tenang

Dampak pemangkasan pajak sebesar USD1.5 Triliun yang diluncurkan pemerintahan Trump mulai meluas, sehingga konsumen maupun produsen giat menggelontorkan dana dan melumasi perekonomian. Belanja konsumen yang nyaris macet di awal tahun, mendadak melonjak. Data Durable Goods Orders yang juga dirilis kemarin malam, pun melaporkan pertumbuhan naik 4.5 persen pada bulan Agustus, memupus penurunan 1.2 persen yang terjadi pada periode sebelumnya.

“Reli Dolar secara luas juga didukung oleh faktor musiman, karena bertepatan dengan investor-investor AS membawa pulang dana ke dalam negeri menjelang akhir bulan,” ungkap Yukio Ishizuki, pakar strategi senior di Daiwa Securities, Tokyo, “Dolar nampak berada pada posisi bagus untuk meningkat, khususnya terhadap Yen, dikarenakan pertemuan AS-Jepang telah usai dan selisih suku bunga antara kedua negara terus melebar.”

Sebagaimana diketahui, Presiden AS Donald Trump dan PM Jepang Shinzo Abe baru saja berdiskusi mengenai rencana renegosiasi hubungan dagang kedua negara. AS setuju menangguhkan penerapan bea impor atas produk otomotif Jepang sementara renegosiasi lanjutan akan diadakan oleh delegasi kedua belah pihak.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply