Dolar Naik Ke Tertinggi Dua Tahun Setelah Fed Memberikan Penurunan Suku Bunga Pertama

Bonus Welcome Deposit FBS

 

Dolar naik ke tertinggi dua tahun pada hari Kamis sehari setelah Federal Reserve memberikan penurunan suku bunga pertama dalam lebih dari satu dekade di tengah pertumbuhan yang lebih lemah, tetapi mengindikasikan bahwa itu bukan awal dari siklus pelonggaran baru.

Rabu malam, bank sentral AS memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, pemangkasan pertama sejak 2008, untuk mengimbangi risiko terhadap ekonomi, termasuk ketegangan perdagangan global.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan dalam komentarnya menyusul langkah yang telah diantisipasi secara luas bahwa itu adalah “penyesuaian siklus tengah terhadap kebijakan” daripada “awal dari siklus pemotongan yang panjang”.

Pedagang masih melihat satu lagi penurunan suku bunga tahun ini, tetapi pernyataan Powell membuat ekspektasi Fed siap untuk menurunkan suku bunga jauh ke tahun depan.

“Komentar Powell tidak terlalu dovish, jadi ini adalah konfirmasi bahwa ini adalah pemotongan asuransi kecil,” kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi mata uang di Mizuho Securities di Tokyo.

“Hasil ini membatasi downside dolar dari sini. Pemotongan suku bunga akan berada di sisi kecil, tetapi ini masih memperkuat kasus untuk ekspansi ekonomi AS yang berkepanjangan, yang positif untuk dolar jangka panjang.”

Baca Juga:   BERITA SAHAM JUMAT 30/11/2018 MANDIRI LUNCURKAN PEMBAYARAN KODE RESPONS CEPAT 10 DESEMBER

Indeks dolar AS terhadap sekeranjang enam mata uang utama berada di 98,63 pada pukul 04:10 ET (08:10 GMT) dekat dengan puncak dua tahun di 98,69 yang dicapai semalam. Euro jatuh 0,33% menjadi $ 1,1036, terendah sejak 16 Mei 2017.

Terhadap yen, dolar naik 0,36% ke level tertinggi dua bulan di 109,13. Di tempat lain di pasar mata uang, sterling jatuh terhadap dolar menuju level terendah dua tahun pada meningkatnya risiko Brexit tanpa kesepakatan, tetapi fokusnya akan bergeser ke pertemuan Bank Inggris pada Kamis nanti.

Komite Kebijakan Moneter BoE secara luas diperkirakan akan memilih 9-0 untuk mempertahankan suku bunga di 0,75%. Tetapi kurang jelas bagaimana Gubernur Mark Carney akan mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh prospek Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa perjanjian perdagangan sementara.

Sterling turun 0,34% pada $ 1,2115, dekat level terendah dua tahun $ 1,2101. Sterling jatuh 4,2% bulan lalu, kinerja bulanan terburuk sejak Oktober 2016, karena meningkatnya spekulasi Inggris akan melalui Brexit tanpa kesepakatan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply