Dolar New Zealand Kokoh Di Level Tinggi Pasca Pengumuman RBNZ

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar New Zealand memantapkan posisinya di level tertinggi dua bulan versus Dolar AS dalam perdagangan sesi Eropa hari Kamis ini (8/November). Usai rapat kebijakan pada sesi Asia, bank sentral New Zealand (Reserve Bank of New Zealand/RBNZ) menyampaikan pengakuannya mengenai perbaikan outlook perekonomian, sehingga pelaku pasar mengabaikan pertaruhan bearish yang didasari oleh perkiraan bahwa RBNZ takkan menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.

Dolar New Zealand Kokoh Di Level Tinggi

Gubernur RBNZ, Adrian Orr, mengungkapkan bahwa pertumbuahn Kiwi diprediksi bakal menanjak pada tahun 2019 berkat stimulus fiskal yang diluncurkan pemerintah serta peningkatan populasi negeri. Secara tidak langsung, ia mengindikasikan kalau persyaratan agar pemangkasan bunga tak dilakukan oleh RBNZ, telah terpenuhi.

Orr juga menyatakan bahwa pelemahan tajam Dolar New Zealand tahun ini bakal menopang perekonomian, karena membuat barang-barang ekspor menjadi lebih kompetitif di pasar internasional. Selain itu, ia mengakui pasar tenaga kerja telah mencapai “level maksimal secara berkelanjutan”.

“Pertumbuhan GDP diekspektasikan naik dalam 2019. Stimulus moneter dan pertumbuhan populasi menopang belanja rumah tangga dan investasi bisnis. Belanja pemerintah pada infrastruktur dan perumahan juga mendukung permintaan domestik,” demikian ujar Orr dalam pernyataan kebijakan RBNZ resmi untuk bulan November ini.

Baca Juga:   Dolar Australia, Selandia Baru Stabil Dekat Level Tertinggi 1 Bulan

Faktor-faktor tersebut merupakan indikasi positif bagi outlook suku bunga New Zealand yang sempat berubah suram dalam beberapa bulan sebelumnya dikarenakan pelemahan inflasi serta keraguan pasar mengenai masa depan perekonomian. Oleh karena itu, walaupun RBNZ membiarkan suku bunga tetap 1.75 persen dalam rapat kebijakan kali ini dan mensinyalkan takkan merubahnya hingga 2020, tetapi pasar menganggap pesan-pesan RBNZ lebih hawkish dibandingkan sebelumnya.

“Kita menghadapi pernyataan kebijakan moneter hari ini mengharapkan nada yang tak terlalu dovish dari RBNZ, setelah munculnya serangkaian data positif. Dan itulah yang kita dapatkan. RBNZ menjauh dari kemungkinan pengurangan (suku bunga) OCR dengan menghapus frasa yang menyebutkan bahwa perubahan OCR selanjutnya bisa ‘naik maupun turun’,” papar Dominick Stephens, seorang ekonom di Westpac.

Sebagaimana umum diketahui oleh pelaku pasar, bias yang condong pada penurunan suku bunga (dovish) biasanya menekan nilai tukar mata uang terkait. Sebaliknya, kemungkinan takkan dilakukan kebijakan penurunan suku bunga, merupakan kabar bullish bagi mata uang yang sama.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply