Dolar New Zealand Menguat Tipis Ikuti Optimisme Para Pebisnis

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar New Zealand menguat sekitar 0.30 persen ke kisaran 0.6848 pada awal sesi Eropa hari Selasa ini (15/1), setelah rilis data NZIER Business Confidence. Selain itu, pergerakan dolar komoditas ini juga didukung oleh peningkatan minat risiko pasar menjelang voting kesepakatan Brexit di Parlemen Inggris dan pengumuman stimulus ekonomi tambahan oleh pemerintah China.

Dolar New Zealand Menguat Tipis Ikuti Optimisme Para Pebisnis

Tadi pagi, New Zealand Institute of Economic Research (NZIER) mengumumkan bahwa indeks keyakinan bisnis mengalami peningkatan dari -30 persen menjadi 0.17 persen pada bulan Desember 2018. Artinya, hanya 17 persen dari responden yang merupakan kalangan pebisnis New Zealand, yang memperkirakan kalau kondisi bisnis secara umum bakal memburuk dalam beberapa bulan ke depan.

“Peningkatan aktivitas perdagangan membuat perusahaan-perusahaan lebih terbuka untuk membuka lowongan dan berinvestasi, dan pertumbuhan nampaknya akan terkatrol selama 2019,” ujar ekonom senior bank Kiwi, Jeremy Couchman. Namun, ia juga memperingatkan, “Tahun 2019 dimula dengan sinyal buruk, yaitu peningkatan kekhawatiran mengenai perekonomian global. Kami masih mengekspektasikan Reserve Bank of New Zealand untuk tak merubah suku bunga tahun ini, kemudian baru menaikkannya secara bertahap setelah jauh memasuki tahun 2020.”

Baca Juga:   Melemahnya Dolar Secara Meluas Di Level Terendah 32 Bulan Terhadap Mata Uang Utama Lainnya

Sementara itu, minat risiko pasar menanjak pada perdagangan hari ini, dikarenakan munculnya ekspektasi kalau Inggris bakal memilih untuk mengajukan pengunduran deadline Brexit dari tanggal 29 Maret ke bulan Juli. Dalam voting di Parlemen hari ini, proposal kesepakatan Brexit yang digadang-gadang oleh PM Theresa May diperkirakan bakal ditolak, tetapi pelaku pasar yakin kalau Parlemen Inggris akan berusaha sekuat tenaga untuk menghindari skenario “No-Deal Brexit”. Dalam hal ini, pengunduran deadline Brexit merupakan solusi terbaik.

Meski demikian, jika hasil voting di Parlemen Inggris ternyata mengantarkan pasar pada skenario terburuk, maka imbas dari kabar tersebut bisa merembet ke mata uang-mata uang berisiko tinggi seperti Dolar New Zealand dan Dolar Australia. Apalagi, kedua mata uang komoditas ini terancam pula oleh perlambatan ekonomi China.

Menanggapi memburuknya ekspor dalam laporan neraca perdagangan di awal pekan, hari ini pemerintah China menjanjikan gabungan stimulus fiskal dan moneter guna menanggulangi perlambatan ekonomi. Kabar ini turut mendongkrak Dolar New Zealand untuk sementara, selama belum ada kabar baru dari negosiasi perdagangan AS-China.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply