Dolar New Zealand Tumbang Pasca Rapat RBNZ Maret 2019

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang NZD/USD merosot drastis sekitar 1.5 persen ke kisaran 0.6800, setelah bank sentral New Zealand (Reserve Bank of New Zealand/RBNZ) menyampaikan pernyataan pasca rapat kebijakan hari Rabu ini (27/3). Bias dovish yang terkandung dalam pernyataan tersebut juga menyeret jatuh Dolar Australia, sehingga AUD/USD melorot sekitar 0.5 persen ke kisaran 0.7100.

Dolar New Zealand Tumbang Pasca Rapat RBNZ Maret 2019

Dalam rapat bulan ini, RBNZ memutuskan untuk membiarkan suku bunga (Official Cash Rate/OCR) tetap pada level 1.75 persen, sesuai ekspektasi. Namun, mereka juga mengungkapkan bahwa perubahan kebijakan berikutnya kemungkinan berupa pemangkasan suku bunga. Padahal, dalam rapat sebelumnya, mereka sempat menyatakan bahwa perubahan suku bunga berikutnya bisa jadi naik ataupun turun.

“Dikarenakan outlook ekonomi global yang lebih lemah dan berkurangnya momentum belanja domestik, (maka) mekin besar kemungkinannya (bagi) arah perubahan OCR untuk turun,” demikian dipaparkan secara eksplisit dalam pernyataan RBNZ.

RBNZ menyatakan bahwa sektor ketenagakerjaan di New Zealand sudah berada dekat level maksimumnya. Namun, “inflasi harga konsumen inti (Core CPI) tetap berada di bawah pertengahan target 2 persen kami, sehingga membutuhkan kebijakan moneter yang mendukung”. Perubahan outlook pertumbuhan di sejumlah negara mitra dagang penting New Zealand -termasuk Australia, Eropa, dan China- juga dituding meningkatkan risiko perlambatan ekonomi.

Baca Juga:   Pounds Akan Pulih Karena Besarnya Peluang Kesepakatan Brexit

Pimpinan ekonom ASB, Nick Tuffley, mengatakan kepada media New Zealand Herald bahwa ketidakpastian terbesar saat ini adalah apakah pertumbuhan ekonomi tahun 2019 akan menanjak kembali, setelah fluktuatif selama tahun 2018. “Masih ada sejumlah dukungan bagi perekonomian. Namun, kita mengalami peningkatan kekhawatiran kalau pertumbuhan takkan tumbuh cukup memadai untuk mendorong inflasi naik, khususnya karena kepercayaan bisnis yang lemah pada awal tahun ini.”

Apabila perekonomian New Zealand tak menunjukkan sinyal pertumbuhan cukup tinggi dalam waktu dekat, maka Tuffley mensinyalir RBNZ bisa memangkas suku bunga pada bulan Mei. Sementara itu, Jeremy Couchman dari Kiwibank cenderung lebih optimistis. Couchman mengungkapkan bahwa suku bunga rendah dan peningkatan investasi serta belanja pemerintah New Zealand akan terus mendukung pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2019, sehingga kemungkinan dapat menanggulangi ancaman perlambatan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply