Dolar Tertekan Oleh Data Home Sales Dan Kisruh Parlemen AS

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS melandai sekitar 0.10 persen ke kisaran 96.22 pada akhir perdagangan sesi Eropa hari Rabu ini (23/1). Tekanan atas Greenback meningkat sehubungan dengan data Existing Home Sales yang memburuk dan berlanjutnya US Government Shutdown ke hari ke-32 tanpa adanya tanda-tanda jalan keluar. Dolar AS terpantau sideways versus Euro dan menguat terhadap Yen, tetapi merosot pada pair GBP/USD, AUD/USD, dan NZD/USD.

Dolar Tertekan Oleh Data Home Sales Dan Kisruh Parlemen AS

Kemarin malam, US National Association of Realtors melaporkan bahwa Existing Home Sales merosot 6.4 persen (Month-over-Month) pada bulan Desember, setelah meningkat 2.1 persen pada periode sebelumnya. Angka tersebut jauh lebih buruk ketimbang ekspektasi penurunan 1.0 persen yang diperkirakan pasar. Total unit pun anjlok drastis dari 5.33 juta menjadi 4.99 juta, padahal awalnya hanya diperkirakan turun ke 5.25 juta saja.

Data ekonomi tersebut memperkuat kekhawatiran soal kesehatan ekonomi AS, setelah pimpinan Federal Reserve menyatakan akan lebih “bersabar” dalam merubah kebijakan pada pidato publiknya yang terakhir. Dalam rapat tanggal 29-30 Januari mendatang, Fed diperkirakan akan mengulangi kembali pentingnya kesabaran dalam pengambilan kebijakan, sehingga makin memudarkan ekspektasi kenaikan suku bunga tahun ini, atau setidaknya takkan ada kenaikan suku bunga hingga pertengahan tahun.

Baca Juga:   Tepi Euro Lebih Tinggi VS Dollar

“Kenaikan suku bunga pada Maret adalah tak mungkin terjadi pada titik ini, demikian cara saya menafsirkan kesabaran (yang disebut oleh pimpinan Fed pada pidato beberapa waktu lalu -red),” ujar Andrew Hollenhorst, ekonom dari Citigroup. Pendapat tersebut diamini oleh Vince Reinhart, pakar strategi investasi dan pimpinan ekonom di Standish, “Mereka mengatakan bahwa mereka takkan melakukan apa-apa hingga Maret.”

Sementara itu, US Government Shutdown yang berlangsung sejak sebelum Natal 2018 telah menjadi penutupan instansi pemerintah terlama sepanjang sejarah Amerika Serikat, sehingga meningkatkan kemungkinan perekonomian akan terdampak.

Walaupun Senat AS tengah mempersiapkan dua rencana anggaran baru untuk menyelesaikan kebuntuan ini, tetapi dua-duanya diperkirakan sulit mencapai ambang 60 suara yang dibutuhkan agar dapat disahkan. Sekalipun ada salah satu proposal anggaran yang lolos dari Parlemen, Presiden AS Donald Trump belum tentu mau menandatanganinya, karena ia masih terus bersikeras menuntut anggaran bagi pembangunan perbatasan AS-Meksiko yang kontroversial.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply