Dolar Terus Menguat Meski Pengangguran AS Meroket

Afiliasi IB XM Broker

Indeks Dolar AS (DXY) melanjutkan reli hingga 0.7 persen ke kisaran 100.80-an dalam perdagangan sesi New York hari ini (3/4). Walaupun tingkat pengangguran Amerika Serikat dan data Nonfarm Payroll mengalami kemerosotan tajam, tetapi pelaku pasar tetap mengincar Dolar AS. Statusnya sebagai cadangan devisa global memantapkan posisi nilai tukar versus mata uang negara berkembang maupun sebagian besar mata uang mayor.

Dolar Terus Menguat Meski Pengangguran AS Meroket

US Bureau of Labour Statistics melaporkan bahwa Nonfarm Payroll anjlok 701k pada periode Maret 2020, jauh lebih buruk ketimbang penurunan 163k yang diperkirakan oleh konsensus ekonom sebelumnya. Data pengangguran juga meroket seketika dalam kurun waktu yang sama, naik dari 3.8 persen menjadi 4.4 persen. Padahal, masa survei data kali ini sebenarnya jatuh pada periode sebelum diberlakukannya lockdown di sejumlah negara bagian AS, sehingga banyak pihak mengira tingkat pengangguran AS akan terus meninggi.

“Dengan minggu survei untuk laporan ini dilakukan sebelum dipublikasikannya monster klaim pengangguran (beberapa waktu lalu), rilis hari ini tidak akan memuat pelemahan pasar tenaga kerja yang lebih baru, sehingga membuat hasil yang lebih buruk dari ekspektasi ini menjadi makin mengecewakan,” kata Andrew Grantham dari CIBC Markets, “Dikarenakan skala hilangnya pekerjaan yang diimplikasikan oleh data klaim mingguan, tingkat pengangguran kemungkinan akan bergerak ke atas 10 persen dengan cepat dalam kuartal dua.”

Baca Juga:   Outlook Mingguan GBP / USD : 18 - 22 Agustus 2014

James Knightley dari ING Bank sepakat. Katanya, “Laporan ketenagakerjaan AS hari ini mematahkan kenaikan lapangan pekerjaan selama 113 bulan beruntun, tetapi timing pengumpulan (data) membuatnya melewatkan bencana dua minggu terakhir. Kebijakan untuk membendung COVID-19 telah menutup perusahan-perusahaan dan tingkat pengangguran bisa mencapai 15 persen dengan mudah pada Mei.”

Di sisi lain, karena kenaikan tingkat pengangguran ini dipandang selaras dengan meningkatnya klaim pengangguran di seluruh Amerika Serikat, maka tak terlalu mengagetkan bagi pelaku pasar. Posisi Dolar AS pun tetap stabil berkat statusnya sebagai mata uang safe haven.

“Kami tidak terkejut lagi pada titik ini, melihat Dolar tetap kuat. Ketidakpastian yang masih tinggi dan kondisi resesi global akan menguntungkan Dolar,” kata Derek Halpenny, pimpinan riset di MUFG.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply