Durable Goods Order Tertinggi Dalam 7 Bulan, Reli USD Bertahan

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) mengalami koreksi, tetapi bertahan dalam jangkauan kisaran tertinggi sejak awal tahun di sekitar level 98.10 pada pertengahan sesi New York hari Kamis ini (25/4), seusai publikasi data Durable Goods Orders. Posisi Greenback unggul terhadap mayoritas mata uang mayor, termasuk Euro dan Poundsterling; meskipun pasangan mata uang USD/JPY merosot 0.6 persen ke level 111.52.

Durable Goods Order Tertinggi Dalam 7 Bulan

Sejak tadi pagi, perdagangan pasar keuangan global menunjukkan kenaikan volatilitas. Yen menguat terhadap USD setelah dirilisnya pernyataan kebijakan bank sentral Jepang yang tak menyimpang dari ekspektasi pasar. Namun, USD tetap menguat terhadap mata uang mayor lainnya karena situasi ekonomi dan politik terkini yang cenderung mengkhawatirkan.

Perdana Menteri Theresa May, baru saja lolos dari ancaman sebagian anggota partainya sendiri untuk melengserkannya dari jabatan sebagai orang nomor satu di arena perpolitikan Inggris. Tarik-ulur di kalangan elite politik Inggris makin mencemaskan pelaku pasar, karena berpotensi menambah kusut ketidakpastian rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa (brexit).

Sementara itu, laporan terbaru mengenai aktivitas ekonomi Jerman menampilkan profil yang lebih buruk dibandingkan harapan pasar. Dibandingkan dengan lesunya kondisi ekonomi Zona Euro, kinerja Amerika Serikat dianggap jauh lebih baik. Faktor-faktor ini melatarbelakangi penguatan Greenback.

Baca Juga:   Greenback Naik Melawan Loonie Di Awal Perdagangan

Justin McQueen dari DailyFX mencatat, “Dolar AS terus berlanjut menguat terhadap mata uang mayor yang menjadi rivalnya, dengan pengecualian Yen Jepang. Sebaliknya, Euro menepi menuju 1.11 dengan penembusan ke bawah berisiko mendorongnya hingga 1.10, sementara Pound diperdagangkan pada level terendah dalam 10 pekan. Dengan Greenback kini menembus atas Fibonacci 61.8% yang berlokasi pada 98.03, semua mata kini mengantisipasi pengujian level 98.50. Seiring dengan ini, breakout pada indeks Dolar AS telah membangkitkan kembali volatilitas pasar forex dari tingkat terendahnya dalam beberapa tahun terakhir.”

Data Durable Goods Orders yang dirilis malam ini menekankan kembali ketahanan ekonomi AS dibandingkan kawasan lain. Pesanan barang tahan lama sukses meningkat 2.7 persen (Month-over-Month) selama bulan Maret 2019, rekor paling tinggi dalam tujuh bulan terakhir. Angka tersebut mengindikasikan rebound dari catatan -1.1 persen pada bulan sebelumnya, sekaligus mengalahkan ekspektasi yang dipatok pada level 0.8 persen saja.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply