Ekspor China Meninggi, AUD/USD Lanjutkan Reli

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang AUD/USD melonjak lagi sekitar 0.4 persen ke level 0.7150-an pada pertengahan sesi Eropa hari Jumat ini (12/4). Meskipun belum mampu menutup penurunan yang dialami pada hari Kamis, tetapi kenaikan Aussie didukung oleh perbaikan data neraca perdagangan China terbaru. Dolar Australia juga menguat versus Dolar New Zealand sebesar 0.23 persen ke kisaran 1.0609, sementara NZD/USD naik 0.28 persen ke kisaran 0.6745.

AUD/USD Lanjutkan Reli

Menurut laporan terbaru dari pemerintah China, ekspor di negeri Tirai Bambu itu telah meroket 14.2 persen (Year-on-Year) pada bulan Maret. Angka tersebut jauh lebih baik ketimbang rekor -20.8 persen pada bulan Februari, maupun estimasi awal yang hanya dipatok pada 7.3 persen. Sementara itu, impor masih loyo. Laju impor tercatat -7.6 persen (Year-on-Year), setelah menderita -5.2 persen pada bulan sebelumnya. Kesenjangan ini menimbulkan kenaikan surplus neraca dagang China yang cukup besar, dari 4.08 Miliar menjadi 32.65 Miliar Dolar AS.

Kabar tersebut berpengaruh bullish karena China merupakan salah satu pangsa pasar ekspor utama Australia, sehingga berita-berita mengenai kondisi ekonominya akan sangat berdampak terhadap AUD. Namun, kabar dari dalam negeri Australia sendiri justru kurang sedap.

Baca Juga:   Outlook Mingguan GBP / USD : 18 - 22 Agustus 2014

Penilaian bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) mengenai stabilitas keuangan terkini masih relatif rawan. Dalam rilis laporannya pada sesi Asia, RBA mewanti-wakti kemungkinan terjadinya “ekuitas negatif” atas sejumlah debitur, apabila harga properti di sejumlah kota terbesar Australia terus menerus merosot.

Ekuitas negatif merujuk pada kondisi ketika pinjaman seseorang jauh melampaui harga properti yang dijadikan jaminannya. Untuk saat ini, situasi itu belum terjadi. Namun, ada potensi meluas di masa depan jika harga properti jatuh lebih jauh lagi. Selain itu, RBA juga memeringatkan risiko peningkatan pengangguran yang kemungkinan terjadi dalam periode yang sama. Apabila rumah tangga biasa gagal merespons jatuhnya pendapatan karena faktor-faktor tadi, maka pelemahan ekonomi bisa berimbas pula terhadap sistem finansial Australia.

Meski demikian, laporan RBA kali ini hanya mengungkap sejumlah faktor yang perlu diperhatikan saja, serta tidak mengungkap indikasi perubahan kebijakan sama sekali. Sebelum digelarnya pemilu Australia pada bulan Mei, bank sentral diperkirakan tidak akan melakukan perubahan kebijakan apapun.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply