Ekspor Jepang Tumbang, USD/JPY Reli

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang USD/JPY reli sekitar 0.5 persen pada sesi Asia hari Rabu ini (20/2), setelah rilis neraca perdagangan Jepang yang gagal memenuhi ekspektasi. Saat berita ditulis pada awal sesi New York, USD/JPY telah melandai ke kisaran 110.76, tetapi masih mencatat kenaikan harian setinggi 0.14 persen; mengokohkan posisinya di level tertinggi sejak akhir tahun lalu.

Ekspor Jepang Tumbang, USD/JPY Reli

Kementrian Keuangan Jepang melaporkan bahwa defisit neraca perdagangan melebar drastis dari 57 Miliar menjadi 1,415 Miliar pada bulan Januari 2019. Kemerosotan ini terutama disebabkan karena anjloknya pengiriman ekspor ke China, khususnya untuk kelompok barang permesinan.

Laju impor Jepang melambat dari 1.9 persen menjadi -0.6 persen (Year-on-Year), tetapi perlambatan tersebut lebih rendah dari ekspektasi yang dipatok pada -2.8 persen. Sebaliknya, ekspor justru anjlok lebih dalam dibandingkan ekspektasi.

Ekspor Jepang merosot dari -3.9 persen menjadi -8.4 persen pada bulan Januari. Padahal sebelumnya hanya diekspektasikan akan mencatat -5.5 persen (Year-on-Year). Ini merupakan kemerosotan tahunan terburuk sejak bulan Oktober 2016, sehingga mengindikasikan buruknya dampak konflik perdagangan global dan perlambatan ekonomi China bagi negeri Sakura. Padahal, China merupakan mitra dagang terbesar bagi Jepang.

Baca Juga:   Dolar Jatuh Setelah Data A.S, Keputusan Fed Masih Di Depan

“Karena perlambatan (ekonomi) China dan perang dagangnya dengan Amerika Serikat menyebabkan perdagangan global dan perekonomian dunia terhambar, Jepang tak bisa mengandalkan ekspor untuk mendorong pertumbuhan (ekonomi) tahun ini,” ujar Takeshi Minami, pimpinan ekonom di Norinchukin Research Institute, sebagaimana dikutip oleh Reuters.

Lebih buruk lagi, ekspor Jepang yang tumbang bukan hanya pengiriman dengan destinasi China. Ekspor perangkat produksi semikonduktor ke Korea Selatan menurun. Demikian pula, ekspor Jepang ke Uni Eropa jatuh 2.5 persen (year-on-year) pada bulan Januari; penurunan pertama kalinya dalam empat bulan terakhir.

Terlepas dari itu, pelaku pasar keuangan global saat ini tengah memusatkan perhatian pada jadwal rilis notulen rapat kebijakan moneter AS (Federal Open Market Committee/FOMC). Laporan tersebut bisa menawarkan jalur alternatif bagi grafik USD/JPY ke depan. Terutama bila notulen mengungkap rencana bank sentral AS untuk menghentikan pemangkasan neraca (balance sheet) dalam waktu dekat, atau menghentikan kenaikan suku bunga dalam periode lebih lama.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply