EUR/USD Dihimpit Oleh Lambannya Laju Inflasi Zona Euro

Afiliasi IB XM Broker

EUR/USD gagal pulih dalam perdagangan hari ini (17/7), setelah kemarin terpuruk dekat kisaran 1.1200 seusai rilis data sentimen ekonomi ZEW. Rilis data inflasi konsumen Zona Euro terbaru lebih baik daripada ekspektasi pasar, tetapi masih belum mampu memenuhi target bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB). Akibatnya, Euro cenderung diperdagangkan flat terhadap mata uang mayor lain.

EURUSD Dihimpit Oleh Lambannya Laju Inflasi Zona Euro

Menurut Eurostat, laju inflasi bulan Juni 2019 meningkat 0.2 persen (Month-over-Month), melampaui estimasi awal yang hanya 0.1 persen. Kenaikan itu mendongkrak laju inflasi tahunan dalam periode yang sama dari 1.2 persen menjadi 1.3 persen (Year-on-Year). Sementara itu, inflasi inti mencatat rekor sama dengan estimasi, yakni sebesar 1.1 persen (Year-on-Year).

Skor yang menghijau tidak lantas bermakna bullish bagi Euro, karena semua parameter inflasi tahunan masih jauh dari target inflasi ECB yang telah ditentukan pada ambang 2 persen. Oleh karena itu, investor dan trader mempertahankan ekspektasi pemangkasan suku bunga deposit sebesar 10 basis poin menjelang rapat kebijakan moneter ECB pekan depan.

Baca Juga:   NZD / USD Naik Ke Tertinggi 10 Bulan Pada Pernyataan RBNZ

Ide pemangkasan suku bunga itu pertama kali dicetuskan oleh Presiden ECB Mario Draghi dalam sebuah pidatonya di Sintra, Portugal, beberapa waktu lalu. Notulen rapat ECB bulan Juni mengonfirmasi bahwa semua anggota rapat saat itu menyepakati pentingnya pelonggaran moneter tambahan dalam bentuk Quantitative Easing (QE) atau pemangkasan suku bunga dalam beberapa waktu mendatang.

Tak hanya itu saja. Anggota Dewan Gubernur ECB, Benoit Coeure, kembali menyampaikan pesan senada dalam pidatonya hari ini, “Ke depan, Dewan Gubernur (ECB) bertekad untuk bertindak menanggulangi masalah (yang mungkin terjadi) serta selalu siaga guna menyesuaikan semua instrumen (kebijakan moneter), sebagaimana mestinya, untuk memastikan bahwa inflasi terus bergerak menuju target inflasi (yang telah ditentukan oleh) Dewan Gubernur secara berkelanjutan.”

Pada gilirannya, ekspektasi dovish untuk rapat ECB tanggal 24-25 Juli ini terus membebani Euro. Saat berita ditulis, pasangan mata uang EUR/USD tengah diperdagangkan di kisaran 1.1214, sementara EUR/JPY terkekang dekat level terendahnya sejak tanggal 3 Juli. EUR/GBP bertahan di level tertinggi sejak bulan Januari 2019 sehubungan dengan ancaman krisis politik di Inggris yang lebih mengkhawatirkan bagi pelaku pasar ketimbang sinyal perlambatan ekonomi Zona Euro.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply