EUR/USD Dilumpuhkan Defisit Anggaran Italia

Bonus Welcome Deposit FBS

Mata uang Euro jatuh persen terhadap Dolar AS dalam perdagangan sesi Eropa hari Rabu ini (29/Agustus), sejalan dengan meningkatnya kekhawatiran pasar mengenai pembengkakan defisit anggaran Italia. Dalam beberapa hari terakhir, media menyoroti kemungkinan defisit anggaran Italia bakal melampaui ambang yang ditentukan Uni Eropa pada level 3 persen dari Gross Domestic Product (GDP). Hal ini dapat berimbas buruk bagi kondisi ekonomi benua biru, karena Italia merupakan negara ekonomi terbesar ketiga setelah Jerman dan Prancis.

Euro Dilumpuhkan Defisit Anggaran Italia

Euro telah menguat terhadap Dolar AS dalam tiga hari perdagangan sebelumnya, tetapi kasak-kusuk tentang defisit anggaran Italia kembali menekan EUR/USD. Pasangan mata uang tersebut merosot 0.30 persen ke 1.1661 pasca rilis data GDP Amerika Serikat malam ini. Euro juga merosot versus Pounds dan Yen; EUR/GBP terpantau -0.31 persen ke 0.9054, sementara EUR/JPY -0.16 persen ke 129.82.

Analis dari bank investasi ING mengatakan, reli Euro-Dolar bisa jadi terbatas di kisaran USD1.17-1.18 dalam jangka pendek akibat isu tersebut. Apalagi, kalangan investor juga mengkhawatirkan dampak krisis Turki terhadap stabilitas sistem finansial Eropa, dikarenakan besarnya eksposur perbankan mereka di negeri tersebut.

Baca Juga:   EUR / USD Tergelincir Lebih Rendah Sebelum Data AS

Situasi Uni Eropa dan Zona Euro secara umum tak memungkinkan dilakukannya perubahan kebijakan moneter oleh bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB), baik dalam bentuk pengurangan stimulus maupun kenaikan suku bunga. Pasalnya, berbagai masalah tersebut bisa menghalangi pemulihan ekonomi di kawasan tersebut, alih-alih mendukung pencapaian target inflasi dan pertumbuhan.

Pelaku pasar akan memantau rilis data inflasi konsumen (CPI) Zona Euro pada hari Jumat (16:00). Data CPI preliminer untuk bulan Agustus 2018 diekspektasikan stagnan pada laju 2.1 persen (year-on-year), sementara CPI Inti juga tetap sama dengan bulan sebelumnya pada level 1.1 persen.

Di sisi lain, sang rival Dolar AS ditopang oleh data Gross Domestic Product (GDP) yang melampaui ekspektasi. Pertumbuhan GDP AS (preliminer) baru saja dilaporkan naik 4.2 persen (QoQ), melampaui estimasi yang dipatok pada 4.0 persen. Indeks harga PCE Inti yang digunakan oleh bank sentralnya sebagai referensi data inflasi juga menanjak sesuai ekspektasi pada level 2 persen.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply