EUR/USD Loyo Karena Percikan Risiko Politik Italia

Bonus Welcome Deposit FBS

Dalam perdagangan hari Jumat ini (19/Oktober), mata uang Euro berupaya pulih dari level terendah sepekan versus Dolar AS dengan menanjak 0.15 persen ke kisaran 1.1470. Namun, upaya tersebut dihalangi oleh peningkatan risiko politik karena kritik keras yang dilontarkan European Commission atas rencana anggaran Italia.

Euro Loyo Karena Risiko Politik Italia

Pada hari Kamis lalu, European Commission menyatakan bahwa rencana anggaran pendapatan dan belanja negara Italia untuk tahun 2019 telah melanggar peraturan Uni Eropa tentang penyusunan anggaran bagi negara anggotanya. Proposal Italia itu bukan hanya mengundang kritik dari para pejabat Uni Eropa, melainkan juga dari negara-negara rekan se-kesatuannya.

Dalam rencana anggarannya, Italia mengajukan defisit 2.4 persen dari GDP. Angka tersebut memang lebih rendah dari batas atas dalam aturan Uni Eropa yang sebesar 3 persen, tetapi tiga kali lipat lebih tinggi dari angka defisit yang awalnya disetujui Uni Eropa bagi Italia. Selain itu, dengan defisit sebesar itu juga berarti beban utang Italia yang saat ini sudah lebih dari 130 persen dari GDP, kemungkinan takkan turun sebagaimana dijanjikan Roma sebelumnya.

Baca Juga:   Hedge Fund Melanjutkan Serangan Terhadap Sterling Karena Ketakutan Brexit Meningkat: Mcgeever

Ketidaksetujuan European Commission diungkapkan dalam sebuah surat resmi yang ditujukan pada Menteri Ekonomi Italia, Giovanni Tria. Menurut mereka, rencana anggaran belanja pemerintah terlalu besar, sehingga defisit struktural akan meningkat, dan utang pemerintah Italia takkan menurun sesuai dengan yang digariskan oleh Uni Eropa.

Perdana Menteri Italia berdalih bahwa negaranya berhak menentukan rencana anggaran belanja yang sesuai kebutuhan mereka. Namun demikian, pasar menanggapi sikapnya dengan dingin.

“Penurunan Euro merefleksikan peningkatan ketegangan politik di Zona Euro,” ujar Sim Moh Siong, pakar strategi mata uang di Bank of Singapore, pada Reuters. Lanjutnya lagi, “Support berikutnya bagi Euro adalah apda 1.1430, yang jika ditembus maka akan membawa kita ke 1.13.”

Terlepas dari tekanan politis tersebut, Euro masih unggul terhadap Poundsterling. Pasangan mata uang EUR/GBP tercatat naik 0.10 persen ke 0.8803 pada fase terakhir sesi Eropa hari ini. Pasalnya, pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa-Inggris di Brussels gagal mencapai kesepakatan tertentu mengenai Brexit; bahkan Inggris diekspektasikan akan mengajukan perpanjangan masa transisi.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply