EUR/USD Melemah Akibat Memburuknya Iklim Bisnis Zona Euro

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro melemah sekitar 0.18 persen ke level 1.1417 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi Eropa hari Selasa ini (5/2), setelah dirilisnya sejumlah data ekonomi yang mengindikasikan memburuknya iklim bisnis Zona Euro. Saat berita ditulis, Euro masih menguat versus Poundsterling yang dihantam data PMI Jasa Inggris, tetapi melemah sekitar 0.10 persen terhadap Yen.

EURUSD Melemah Akibat Memburuknya Iklim Bisnis Zona Euro

Hasil survei Purchasing Managers’ Index yang dirilis oleh lembaga riset IHS Markit hari ini lebih baik dibandingkan ekspektasi, tetapi menunjukkan bahwa ekspansi bisnis melaju dengan kecepatan paling lambat sejak pertengahan tahun 2013. Secara umum, permintaan juga merosot untuk pertama kalinya dalam lebih dari empat tahun terakhir.

PMI Komposit final untuk Zona Euro merosot ke 51.0 pada bulan Januari 2019, setelah turun ke 51.1 pada bulan Desember 2018. Angka tersebut lebih baik ketimbang ekspektasi penurunan hingga 50.7 yang diperkirakan sebelumnya, tetapi merupakan angka paling rendah sejak Juli 2013. Selain itu, komponen-komponen rincian laporan tersebut mengindikasikan takkan ada perbaikan dalam waktu dekat, padahal bank sentral Eropa baru saja mengakhiri program stimulus moneternya pada akhir tahun lalu.

Baca Juga:   Berita Saham MYRX SENIN 29/01/2018

“Zona Euro memulai tahun 2019 dengan catatan datar, dengan pertumbuhan nyaris stagnan di tengah penurunan permintaan atas barang dan jasa,” ujar Chris Williamson, pimpinan ekonom bisnis IHS Markit. Lanjutnya, “Perlambatan yang dimulai pada sektor manufaktur dan ekspor telah menunjukkan peningkatan sinyal menular ke sektor jasa.”

PMI per-negara anggota Zona Euro turut pula menjadi perhatian. Aktivitas bisnis Jerman terakselerasi sedikit, tetapi PMI Komposit Prancis anjlok ke level terendah empat tahun pada 48.2. Secara keseluruhan, Williamson mengatakan bahwa PMI Komposit Zona Euro mengungkap kemungkinan kalau pertumbuhan ekonomi kuartal I/2019 hanya mencapai 0.1 persen, jauh di bawah estimasi 0.4 persen yang muncul pada hasil survey Reuters bulan lalu.

Salah satu tanda perlambatan ekonomi kawasan lain yang lebih parah juga mengemuka pada komponen ketenagakerjaan. Indeks ketenagakerjaan jatuh dari 53.6 ke 52.3 karena rekrutmen di perusahaan-perusahaan jasa berlangsung dengan laju paling lambat sejak 2016. Williamson mengatakan, “Pertumbuhan ketenagakerjaan sekarang juga dipengaruhi oleh meningkatnya keengganan (para pebisnis) untuk memperluas kapasitas (usaha).”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply