EUR/USD Menguat Terbatas Usai Rilis Data PMI Zona Euro

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang EUR/USD naik tipis sekitar 0.2 persen ke kisaran 1.080 dalam perdagangan sesi Eropa hari ini (21/2), sehubungan dengan publikasi data Purchasing Manager Index (PMI) yang lebih moncer dibanding perkiraan pasar. Akan tetapi, ada lebih banyak faktor yang menekan mata uang dalam jangka pendek ketimbang faktor bullish.

EURUSD Menguat Terbatas Usai Rilis Data PMI Zona Euro

IHS Markit melaporkan bahwa indeks PMI untuk sektor manufaktur Zona Euro meroket dari 47.9 menjadi 49.1, melampaui ekspektasi yang dipatok pada 47.5. Indeks PMI Jasa juga menguat dari 52.5 menjadi 53.3, sehingga skot komposit meningkat solid dari 53.3 menjadi 51.6. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa skor PMI Manufaktur masih di bawah ambang 50, sehingga tetap dalam kondisi kontraksi.

Sementara itu, notulen rapat kebijakan ECB yang dirilis kemarin menampilkan gambaran kondisi makro yang berpotensi terimbas buruk oleh wabah virus Corona di China. Data inflasi Zona Euro yang diumumkan tadi sore juga flat pada tingkat 1.4 persen (Year-on-Year)

Absensi kemajuan inflasi ini mengonfirmasi kegagalan bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) dalam menggenjot perekonomian, meskipun sudah memangkas suku bunga habis-habisan dan menyuntikkan stimulus moneter besar-besaran. Padahal, rapat para pemimpin Eropa kemarin menghasilkan keputusan untuk tidak menaikkan belanja anggaran meski di tengah ancaman ekonomi. Semua ini merupakan sinyal bearish yang sangat mencolok untuk Euro.

Baca Juga:   BERITA SAHAM RABU 19/05/2019 - KEMENDAG DORONG PELAKU UKM MANFAATKAN SEKTOR "E-COMMERCE"

“Kami menyaksikan ruang yang sangat terbatas untuk apresiasi EUR dalam 12 bulan ke depan, Paritas EURUSD nampaknya menjadi hasil yang lebih mungkin terjadi daripada apresiasi EUR apa pun dalam tahun depan,” kata Stephen Gallo dari BMO Capital Markets, “Saat ini kami mmeperkirakan EURUSD akan terhenti di kisaran 1.05-1.08 selama perjalanan menuju pertengahan tahun, sembari investor menilai performa relatif dari data ekonomi, prospek pelonggaran moneter Fed, dan risiko politik AS.”

Shahab Jalinoos dari Credit Suisse memberikan catatan tambahan dalam edaran untuk kliennya di awal bulan ini, “Kami mencatta bahwa para ekonom Eropa kami sekarang memperkirakan pemangkasan suku bunga ECB sebesar 10 basis poin pada kuartal kedua. Hal ini memperkuat pandangan bearish kami tentang EUR. Kami melihat ruang bagi EURUSD 1.0650 dan EURCHF 1.05 dalam kurun waktu 3 bulan. Pelemahan ekspektasi inflasi kawasan Euro sudah memberikan petunjuk ke arah ini.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply