EUR/USD Merosot Karena GDP Jerman Terburuk Sejak 2013

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang EUR/USD anjlok 0.33 persen ke sekitar level 1.1430 pada perdagangan tengah sesi Eropa hari ini (15/1), karena kabar memburuknya pertumbuhan ekonomi Jerman mengakibatkan kekhawatiran pelaku pasar mengenai outlook Zona Euro dan proyeksi suku bunga ECB. Euro juga dalam posisi lebih lemah terhadap Poundsterling, dengan EUR/GBP tercatat -0.13 persen di kisaran 0.8901.

EUR/USD Merosot Karena GDP Jerman Terburuk Sejak 2013

Eurostat melaporkan bahwa Neraca Perdagangan Zona Euro mengalami peningkatan surplus dari 14 Miliar menjadi 19 Miliar pada bulan November, lebih tinggi dari ekspektasi awal yang dipatok pada 13.7 Miliar. Namun, data ini tak digubris oleh pelaku pasar karena shock dari rilis data GDP Jerman dalam tempo nyaris bersamaan.

German Federal Statistical Office mengumumkan dalam laporannya bahwa laju pertumbuhan GDP tahun 2018 hanya 1.5 persen. Meskipun sesuai dengan estimasi awal para ekonomi, tetapi angka tersebut merupakan rekor paling jelek dalam lima tahun terakhir. Padahal, sebagai tumpuan ekonomi utama di kawasan Euro, Jerman menjadi kiblat negara-negara lainnya.

“Terjadi peningkatan kekhawatiran terkait dinamika ekonomi Zona Euro. (GDP Jerman) ini mengonfirmasi kekhawatiran itu dan kini kami memperkirakan ECB (bank sentral Eropa) akan bertindak dengan lebih berhati-hati,” kata Esther Maria Reichelt dari Commerzbank, sebagaimana dikutip oleh Reuters, “Dalam jangka pendek, risiko terbesar bagi Eropa dan Euro adalah (proses) Brexit yang tak tertata dan terjadi pada momen terburuk bagi perekonomian Jerman.”

Baca Juga:   Kerugian Sterling Meluas, Hits Enam Tahun Rendah Karena Kekhawatiran Brexit

Pada bulan Desember lalu, ECB memutuskan untuk menghentikan program pembelian obligasi, serta menyampaikan rencananya untuk menaikkan suku bunga dalam tahun 2019. Meski demikian, berdasarkan kondisi ekonomi Zona Euro terkini yang dijepit isu perang dagang serta ketidakpastian Brexit, banyak analis mengekspektasikan ECB baru akan menaikkan suku bunga pada akhir tahun 2020.

Sementara itu, menjelang voting kesepakatan Brexit yang akan diadakan di Parlemen Inggris hari ini, Poundsterling dibelit ketidakpastian. Konsensus memperkirakan kalau PM Theresa May akan kalah dalam voting tersebut, dengan konsekuensi ditolaknya kesepakatan Brexit yang telah tercapai dalam perundingannya dengan Uni Eropa. Namun, ada simpang-siur terkait konsekuensi dari penolakan tersebut. Sebagian analis memproyeksikan Pounds akan langsung merosot setelah PM May kalah. Namun, sebagian lainnya memprediksi Pounds masih bisa menguat jika Parlemen menyetujui pengajuan penundaan deadline Brexit dari Maret menjadi Juli.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply