EUR/USD Tumbang Setelah ECB Umumkan Paket TLTRO Baru

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro anjlok lebih dari 0.40 persen ke kisaran 1.1260 terhadap Dolar AS, setelah pengumuman bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) malam ini. Euro juga tumbang versus Yen dan Sterling. Saat berita ditulis, pasangan mata uang EUR/JPY telah merosot 0.43 persen ke kisaran 125.88, sementara EUR/GBP tergelincir 0.1 persen ke level 0.8576.

EUR/USD Tumbang Setelah ECB Umumkan Paket TLTRO Baru

Dalam pengumuman pasca rapat hari ini, ECB memutuskan untuk membatalkan rencana kenaikan suku bunga setelah musim panas tahun 2019. Sekarang, mereka memproyeksikan suku bunga acuan akan tetap pada level 0 persen hingga akhir tahun ini. Selain itu, ECB mengumumkan rencana peluncuran paket TLTRO (Targeted Long-Term Refinancing Operations) baru pada bulan September mendatang. Program itu dijadwalkan akan berakhir pada Maret 2021.

TLTRO merupakan salah satu bagian dari kebijakan moneter longgar yang biasanya diambil oleh ECB untuk menanggulangi masalah lambatnya laju inflasi, sekaligus menyangga likuiditas perbankan. Peluncuran TLTRO dapat berimbas pada menurunnya yield obligasi pemerintah yang dirilis oleh negara-negara Zona Euro, serta berefek pada depresiasi nilai tukar Euro. Meski demikian, TLTRO dianggap sebagai instrumen yang efektif dalam upaya ECB untuk mencapai target inflasi dan menggairahkan perekonomian, karena mendorong bank-bank umum untuk menyalurkan kredit kepada masyarakat dengan bunga rendah.

Baca Juga:   BERITA SAHAM RABU 19/08/2018 - KOMISARIS UTAMA MAP BOGA ADIPERKASA MENGUNDURKAN DIRI

Menurut ECB, “Dewan Gubernur sekarang mengekspektasikan suku bunga kunci ECB tetap pada level saat ini, setidaknya hingga akhir 2019, dan selama diperlukan untuk memastikan laju inflasi yang berkelanjutan…”

Sebagaimana diketahui, ECB mematok target laju inflasi tahunan sebesar 2 persen. Namun, inflasi bulan Januari justru jatuh ke laju terendah dalam sembilan bulan terakhir, dengan pertumbuhan hanya 1.4 persen. Pada bulan Februari, laju inflasi naik tipis menjadi 1.5 persen; tetapi terutama didongkrak oleh harga bahan bakar yang amat volatile.

Pasca rapat hari ini, pidato Gubernur ECB, Mario Draghi, mengungkapkan bahwa bank sentral merevisi turun proyeksi inflasi tahun 2019 dari 1.6 persen menjadi 1.2 persen. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Zona Euro juga dipangkas dari 1.7 persen menjadi 1.1 persen saja. Draghi mengakui bahwa outlook pertumbuhan ekonomi jangka pendek ternyata lebih buruk dibandingkan ekspektasi mereka pada rapat bulan Desember lalu.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply