Euro Anjlok Karena Perang Dagang Dorong Minat Beli Dolar

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro terpantau merosot dalam perdagangan hari Selasa ini (4/September), khususnya terhadap mata uang-mata uang Safe Haven seperti Dolar AS, Yen Jepang, dan Franc Swiss. Eskalasi kekhawatiran pelaku pasar mengenai perang dagang mengakibatkan pengalihan dana dari aset-aset berisiko ke aset yang lebih aman.

Menjelang pembukaan sesi New York, pasangan mata uang EUR/USD telah merosot lebih dari 0.50 persen ke 1.1556. Sementara itu, EUR/JPY anjlok 0.40 persen ke 128.57, dan EUR/CHF stagnan di kisaran terendah satu bulan pada 1.1261.

Euro Anjlok Karena Perang Dagang Dorong Minat Beli Dolar

Faktor utama yang mengakibatkan pelemahan nilai tukar Euro adalah aksi beli Dolar AS yang dipicu oleh proposal Presiden AS Donald Trump untuk menerapkan tarif impor tambahan ketiga bagi barang-barang yang didatangkan dari Tiongkok. Dengar pendapat publik untuk proposal tersebut akan ditutup pada hari Kamis, sehingga Trump kemungkinan bisa menerapkan aturan baru itu dalam bulan ini.

Tiongkok kemungkinan tak bisa lagi membalas dengan menerapkan tarif impor tambahan pada AS, karena seluruh ekspor AS ke negeri Tirai Bambu telah dikenai bea dalam dua kali pengumuman sebelumnya. Oleh karena itu, pelaku pasar khawatir kalau Tiongkok bakal membalas dengan menghantam sektor jasa AS; hal mana dapat memperluas cakupan perang dagang yang tengah berlangsung.

Baca Juga:   Aussie Menguat Meski Data Domestik Australia Mengecewakan

Richard Falkenhall, pakar strategi senior di SEB Stockholm, mengatakan pada Reuters,”Dolar AS nampaknya menjadi mata uang perlindungan pilihan pelaku pasar ketika kekhawatiran mengenai perang dagang meningkat minggu ini, dan itu mengakibatkan masalah bagi negara-negara berkembang”.

Data ekonomi yang lebih baik gagal menopang Euro dalam kemelut ini. Tadi sore, Eurostat mengumumkan bahwa indeks inflasi produsen (Producer Price Index/PPI) meningkat 0.4 persen dalam bulan Juli, sehingga inflasi produsen tahunan naik dari 3.6 persen menjadi 4 persen. Kenaikan PPI hingga melampaui ekspektasi yang dipatok pada 3.9 persen tersebut didukung oleh meningkatnya harga komoditas energi.

EUR/USD bisa merosot lebih lanjut hari ini apabila data PMI Manufaktur ISM Amerika Serikat (rilis pukul 21:00) ternyata lebih baik dari ekspektasi dan mendukung dilakukannya kenaikan suku bunga Fed dalam waktu dekat. Selain itu, pasar juga akan memantau data ADP Nonfarm Employment Change dan Nonfarm Payroll (NFP) yang bakal dipublikasikan dalam beberapa hari ke depan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply